Tiga penerbangan di Bandara Jersey, Inggris, terganggu akibat aktivitas drone di kawasan udara terbatas pada Jumat malam. Bahkan, dua penerbangan di antaranya dibatalkan.
Pengelola Bandara Jersey mengatakan drone terdeteksi terbang di wilayah udara terlarang bandara. Insiden itu membuat sejumlah penerbangan tidak bisa mendarat sesuai jadwal.
Polisi Jersey melakukan pencarian bersama Honorary Police, Channel Islands Air Search, petugas pemerintah, dan staf Ports of Jersey. Pencarian dilakukan di sejumlah wilayah bagian barat pulau, tetapi operator drone belum ditemukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari BBC, Minggu (1/11/2026) tiga penerbangan yang terdampak itu terbang dari London Gatwick, London Heathrow, dan Southampton. Pesawat dari Gatwick akhirnya mendarat sekitar pukul 23.45 waktu setempat. Sementara itu, penerbangan dari Heathrow dan Southampton dibatalkan.
Inspektur Polisi Jersey, Rob McCallum, mengatakan ada dua hingga tiga drone yang diduga terbang di kawasan udara terbatas. Namun, polisi tidak menduga insiden tersebut berkaitan dengan terorisme.
"Dari sisi keselamatan publik, setiap drone yang beroperasi di wilayah udara terbatas dapat membahayakan pilot, penumpang, dan awak pesawat," kata McCallum.
Ia menambahkan aktivitas drone di kawasan tersebut juga dapat mengganggu perjalanan udara dan menyebabkan keterlambatan hingga pembatalan penerbangan. Polisi masih mencari operator drone yang terlibat.
Petugas juga meminta bantuan masyarakat untuk memberikan informasi terkait aktivitas drone di sekitar bandara. Warga yang berada di St Peter, La Pulente, Watersplash, El Tico, L'Etacq, dan Jubilee Hill diminta melapor jika melihat aktivitas drone pada waktu kejadian.
Hingga kini, belum ada operator yang berhasil diidentifikasi. Pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang menerbangkan drone di kawasan udara terbatas tersebut.


























































