Seng Hap 1881 di Jalan Ahmad Yani, kawasan Kesawan, Medan, memiliki pembeda soal urusan berburu kuliner. Berada di bangunan bersejarah bernuansa Melayu, tempat itu menyediakan beragam makanan dan produk UMKM sekaligus suasana zaman dulu.
Soal ragam panganan, tak perlu diragukan. Di sana tersedia mulai dari kue tradisional, keripik, kue kacang hingga kopi kemasan.
Salah seorang pengunjung, Ikal, mengaku senang dengan banyaknya pilihan makanan yang tersedia. Menurutnya, makanan yang ditawarkan cukup beragam sehingga pengunjung bisa memilih sesuai selera.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena makanan di sini menurutku segar dan menarik ya buat dilihat dan dicoba. Apalagi makanannya itu variatif, banyak jenis, banyak juga pilihan mereknya, jadi bisa ku pilih mana yang aku suka," kata Ikal, dikutip dari detikSumut, Minggu (1/11/2026).
Baca juga: Edan! Denpasar Rajai Kepemilikan Motor |
Kata Ikal, di kedai itu dia bisa mencicipi beragam makanan sekaligus bisa menikmati suasana bangunan yang masih mempertahankan nuansa Melayu. Sejumlah informasi sejarah yang dipasang di bagian bangunan membuat kunjungannya terasa lebih dari sekadar berburu kuliner.
"Jadi nggak cuma belanja, tapi juga bisa tahu sedikit sejarah Melayu di sini," ujarnya.
Ikal pun berencana kembali karena masih banyak makanan yang belum dicobanya. Ia juga ingin menjelajahi bagian bangunan yang belum sempat didatangi, termasuk lantai paling atas.
Nuansa sejarah tersebut memang sengaja dipertahankan oleh pengelola. Kepala Toko Seng Hap 1881, Zeni Nafiahni, mengatakan selama ini berupaya menjaga dan melestarikan nilai sejarah bangunan.
Selain memasang informasi sejarah di dinding, nuansa Melayu juga ditampilkan melalui pakaian adat yang dikenakan staf, termasuk songket, serta pemutaran lagu-lagu lawas.
"Upaya kami untuk menjaga dan melestarikan sejarah bangunan ini dilakukan dengan menampilkan cerita sejarah di dinding agar pengunjung bisa mengetahui seperti apa bangunan ini dahulu. Kami juga mempertahankan nuansa Melayu melalui pakaian adat yang dikenakan staf serta pemutaran lagu-lagu lawas," ujar Zeni, Selasa (13/10).
Menurut Zeni, Seng Hap 1881 tidak hanya didatangi warga Medan yang ingin makan atau bersantai. "Wisatawan dari luar kota hingga mancanegara, termasuk Malaysia, juga kerap datang untuk mencari oleh-oleh," dia menegaskan.


























































