Transformasi digital di dunia kesehatan nasional kini semakin masif dengan masuknya pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) serta perangkat robotik di rumah sakit.
Meski demikian, penerapan teknologi canggih ini memunculkan tantangan baru, terutama terkait pemerataan akses dan kesiapan infrastruktur di berbagai wilayah.
Perhatian Khusus untuk Luar Jawa
Ketua Komite Nasional Teknologi Robotik Bidang Kesehatan, Ir Tjahajana Wirakusumah menyoroti, penerapan teknologi tinggi tidak boleh terkonsentrasi di kota-kota besar saja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fasilitas dan kesiapan di luar Pulau Jawa memerlukan perhatian ekstra agar tidak terjadi ketimpangan akses layanan kesehatan.
"Dan tentu yang kita harus lihat bahwa yang di luar Jawa itu memerlukan extra attention," ujar Tjahajana saat Talk Show Leaders Forum bertema Reimagining Healthcare, Strengthening Indonesia di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Kesiapan Infrastruktur Digital dan Jaringan
Lebih lanjut, Dirjen Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, dr Azhar Jaya juga mengingatkan, pentingnya evaluasi kesiapan infrastruktur dasar sebelum mengoperasikan teknologi kesehatan jarak jauh.
Stabilitas jaringan internet dan kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu agar teknologi tidak justru membahayakan pasien.
"Atau kita mau taruh alat misalnya di Papua, mau teknologi telehealth, teleoperation ternyata internetnya belum stabil. Nanti di tengah operasi, jaringan terputus. Ini kan bahaya," tegas dr Azhar.
Pemerataan Akses Melalui Transformasi Layanan Rumah Sakit
Dari sisi penyedia layanan kesehatan, Presiden Direktur Siloam International Hospitals, David Utama menambahkan, pemanfaatan teknologi dan standardisasi jaringan rumah sakit harus dirancang secara merata guna mendongkrak kualitas klinis.
Transformasi ini bertujuan agar masyarakat mendapatkan pilihan perawatan terbaik tanpa harus selalu pergi ke luar negeri.
"Jadi Siloam untuk mencapai ini kita bertransformasi dari tahun lalu, dari regional operation menjadi archetype. Kita punya empat archetype. Nomor satu premium specialist yang artinya kita berfokus kepada satu atau dua center of excellence," jelas David.

























































