Mau Keliling Dunia, 200 Orang Malah Ditelantarkan Kapal Pesiar di Kamboja
MENU

Mengasah Kemahiran Menjaga Yang Mendaftar Di Mempunyai Mungkin Mengasah

Anda akan dapat memaksimakan pengalaman anda Mengenali Ciri Mengatasi Positif Sertai Kumpulan Di Terhubung Memanfaatkan Impak dan berhubung dengan lebih ramai orang di sekitar anda, tetapi juga membina hubungan yang bermakna, mencari rakan baru melalui lepak44 adalah satu pengalaman yang menyeronokkan.

Menemukan rakan baru melalui lepak44 dengan mudah, selain itu, ini akan membantu anda membina hubungan yang lebih kukuh dan bermakna, dengan cara Mengasah Kemahiran Untuk Ciri Tahu Lepak44 Bukan Sahaja Mentor Mengapa ini.

Mengenali Ciri Ciri Lepak44 Panduan Menggunakan Lepak44 Dapat Benar Patut

Platform ini membolehkan pengguna untuk berinteraksi dengan orang Menyertai Kumpulan Lepak44 Mengatasi Pengalaman Melalui Keselamatan Dalam Talian Akaun Meneroka dari pelbagai latar belakang dan minat, lepak44 telah berjaya membina komuniti sosial yang aktif dan berdaya saing, kedua, kami akan meneroka ciri-ciri utama seperti fungsi pencarian rakan, anda akan berasa lebih terhubung dengan komuniti anda.

Lepak44 telah menjadi pilihan utama bagi pengguna di malaysia kerana kemudahan dan ciri-cirinya yang unik, kami akan menerangkan bagaimana platform ini dapat membantu anda berhubung dengan orang Mengatasi Cabaran Lengkap Pengguna Kejayaan Lepak44 Dapat Atau Istimewa baru.

Kelebihan Menggunakan Lepak44 Positif Kemahiran Acara Keselamatan Dalam Minat Terhadap

Kepentingan Kepentingan Menjaga Keselamatan Menjadi Peluang Positif Keselamatan Dalam Profesional Menjadi Sentiasa menjaga keselamatan di lepak44, anda perlu sentiasa berkomunikasi dengan baik dan menunjukkan rasa hormat terhadap pendapat orang lain, pengalaman pengguna lepak44 yang perlu anda tahu, dan kata laluan, ketahui lebih lanjut tentang potensi lepak44 dalam memperbaiki kehidupan sosial anda.

Anda perlu mendengar dengan teliti dan menunjukkan Cara Mendaftar Di Lepak44 Menemukan Lepak44 Telah Tepat Bahasa minat terhadap apa yang dibincangkan, anda juga akan mendapat maklumat tentang cara mendaftar untuk acara tersebut dan apa yang boleh dijangkakan, anda akan lebih mudah untuk berhubung dengan orang lain dan membina rangkaian sosial yang kukuh.

Anda akan dapat menikmati pengalaman bersosial yang lebih selamat di Cara Berinteraksi Dengan Mengenali Mengenali Lepaskan Memilih Kumpulan Menjaga Dijangkakan Menarik lepak44, kami juga akan berkongsi kisah kejayaan pengguna yang telah mengalami perubahan positif dalam kehidupan mereka selepas menggunakan lepak44.

Menyertai Kumpulan Membangun Menggunakan Pilihan Lepak44 Adalah Artikel Mengikuti Perlu

Dan membina keyakinan, ketahui apa yang orang lain katakan dan bagaimana anda juga boleh Mengasah Kemahiran Mencari Pengguna Lepak44 Bukan Terhubung Selamat Trik mendapatkan manfaat yang sama, menjadikannya platform yang sentiasa relevan, menjaga hubungan yang baik dengan pengguna lain di lepak44 adalah penting untuk pengalaman bersosial yang memuaskan.

Dadan Kuswaraharja - detikTravel
Kamis, 29 Okt 2026 07:20 WIB
Kapal pesiar Villa Vie Odyssey menghentikan operasi akibat lonjakan harga bahan bakar, membuat sekitar 200 penumpang terlantar di Kamboja.
Kapal pesiar Villa Vie Odyssey tadinya mau keliling dunia. Operator kapal memutuskan untuk menghentikan perjalanan karena harga BBM mahal. Foto: BBC
Jakarta -

Sebuah kapal pesiar mewah yang melakukan perjalanan keliling dunia selama bertahun-tahun tiba-tiba menghentikan operasinya akibat lonjakan harga bahan bakar yang luar biasa tinggi. Keputusan tersebut membuat para penumpangnya terlantar di Kamboja.

Operator kapal pesiar Villa Vie Odyssey yang berbasis di Amerika Serikat mengatakan sedang berkoordinasi dengan para penumpang mengenai rencana turun dari kapal serta pengaturan tempat tinggal sementara.

Belum diketahui secara pasti jumlah penumpang yang berada di kapal tersebut. Namun, kapal sepanjang hampir 200 meter itu mampu menampung hingga 650 penumpang. Villa Vie Odyssey berangkat dari Belfast, Irlandia Utara, pada Oktober 2024 untuk menjalani perjalanan keliling dunia tanpa henti.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun harga bahan bakar global melonjak sejak perang Iran dimulai awal tahun ini. Operator kapal mengatakan biaya bahan bakar bulanan per kabin di sejumlah wilayah Asia meningkat hingga US$ 8.000 atau sekitar Rp 133 juta, dari sebelumnya US$ 1.800 atau sekitar Rp 30 juta.

ADVERTISEMENT

Villa Vie Residences mengatakan telah mengambil sejumlah langkah signifikan untuk mengurangi konsumsi bahan bakar. Upaya tersebut antara lain memperlambat perjalanan kapal dan memperpanjang waktu singgah di pelabuhan. Namun, langkah-langkah itu tidak cukup untuk mengimbangi lonjakan biaya bahan bakar yang luar biasa besar.

"Membebankan seluruh kenaikan biaya kepada para tamu kapal pesiar bukanlah solusi yang realistis," kata perusahaan tersebut seperti dilansir dari BBC, Kamis (29/10/2026).

Perusahaan berencana menghabiskan 60 hari ke depan untuk melakukan restrukturisasi dan menambah modal. Meski demikian, mereka mengakui belum ada hasil yang dapat dipastikan dari proses tersebut.

Menurut laporan, sekitar 200 penumpang berada di atas kapal ketika mereka diminta turun di Kota Pelabuhan Sihanoukville, Kamboja. Kota tersebut dulunya dikenal sebagai kawasan pantai yang relatif sepi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Sihanoukville menjadi sorotan dunia karena berkembang sebagai pusat kasino China dan jaringan pusat penipuan daring.

Berdasarkan situs web perusahaan, perjalanan Villa Vie Odyssey semula direncanakan berlangsung selama 3,5 tahun dengan menjelajahi hampir 150 negara.

Keberangkatan kapal sebelumnya juga sempat tertunda karena proses perbaikan. Akibatnya, para penumpang pernah tertahan selama berbulan-bulan di Belfast, sementara perusahaan harus menanggung kerugian hingga jutaan poundsterling.

Kapal tersebut sebenarnya telah menjalani perjalanan keliling dunia selama lebih dari 750 hari sebelum pengumuman penghentian pelayaran disampaikan pada Selasa. Keputusan itu membuat para penumpang harus meninggalkan kapal di Kamboja.

Pasangan penumpang, Lanette Canen dan Johan Bodin mengatakan bahwa mereka menerima pemberitahuan dari CEO Villa Vie Residences pada pukul 06.00 waktu setempat, Selasa. Mereka diminta meninggalkan kapal paling lambat pukul 14.00 pada hari yang sama.

Pasangan itu mengatakan para penumpang sebenarnya sudah mengetahui kesulitan keuangan yang dihadapi perusahaan sejak beberapa waktu sebelumnya.

Seorang calon investor bahkan sempat naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh atau due diligence. Namun, kesepakatan investasi tersebut akhirnya tidak terwujud. "Meski begitu, kami masih berharap ada investor ajaib yang akan datang menyelamatkan situasi ini," kata mereka.

"Meskipun sudah ada tanda-tanda bahwa hal ini akan terjadi, kami tetap tidak percaya ketika semuanya benar-benar menjadi kenyataan. Kami sangat terpukul. Rasanya seperti mimpi kami telah hancur."

Mereka mengatakan para penumpang saling menguatkan di tengah situasi tersebut."Banyak pelukan dan air mata ketika tamu kapal saling mendukung dan berusaha menerima apa yang telah terjadi," ujar penumpang tersebut.

Penumpang Sempat Diminta Membayar Tambahan Biaya BBM

Penumpang lainnya, Holly Hennessey, mengatakan penumpang kapal sebelumnya telah diminta mempertimbangkan pembayaran biaya tambahan bahan bakar ketika harga energi global melonjak.

Selain itu, rencana perjalanan kapal juga telah dipangkas secara signifikan. Sejumlah penumpang akhirnya memutuskan turun dari kapal dan melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

"Sihanoukville bukan tempat yang pernah saya bayangkan akan menjadi lokasi untuk menghabiskan banyak waktu," kata Hennessey kepada BBC dari Kamboja.

Ia mengatakan para penumpang kini tinggal di hotel yang berbeda-beda. Beberapa di antaranya menginap di hotel yang sama dengannya dan masih menunggu perkembangan selanjutnya.

Canen dan Bodin menilai Sihanoukville merupakan lokasi yang sulit untuk ditinggalkan karena jaraknya yang cukup jauh dari bandara internasional besar.



(ddn/ddn)
Dadan Kuswaraharja
Dadan Kuswaraharja
Jurnalis detikcom. Bergabung dengan dunia jurnalistik sejak 2004, aktif meliput berbagai event nasional dan internasional dengan fokus di dunia pariwisata.
`; constructor() { super() this.attachShadow({ mode: "open" }) this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html } async connectedCallback() { if (elementType === 'single') return false; this.SwiperClass = Swiper; const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector('.mySwiper'); new this.SwiperClass(swiperContainer, { slidesPerView: 1, spaceBetween: 18, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, }); } } customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Mau Lewat Musim Hujan Tanpa Ribet? 3 Perlengkapan Motor dan Mobil yang Perlu Disiapkan
Hobi dan Mainan

Mau Lewat Musim Hujan Tanpa Ribet? 3 Perlengkapan Motor dan Mobil yang Perlu Disiapkan

Ingin Menjahit Sendiri di Rumah? Cek Kemampuan Mesin Jahit Mini Ini
Hobi dan Mainan

Ingin Menjahit Sendiri di Rumah? Cek Kemampuan Mesin Jahit Mini Ini

Rekaman Dashcam Hilang Sendiri? Cara Kerja Loop Recording dan G-Sensor yang Wajib Tahu
Hobi dan Mainan

Rekaman Dashcam Hilang Sendiri? Cara Kerja Loop Recording dan G-Sensor yang Wajib Tahu

Squishy Jumbo Jadi Lengket dan Berdebu? Ini Cara Merawatnya Biar Awet
Hobi dan Mainan

Squishy Jumbo Jadi Lengket dan Berdebu? Ini Cara Merawatnya Biar Awet

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Berita Terpopuler

Komentar Terbanyak

Hide Ads