Selain berdampak baik ke lingkungan, Moeldoko menilai, mobil listrik juga bisa mengurangi beban keuangan pemerintah. Menurutnya, udara yang lebih bersih dapat membuat masyarakat lebih sehat sehingga kebutuhan BPJS berkurang.
"Siapapun dari kita yang menggunakan EV punya kontribusi membangun environment yang bersih. Lingkungan kita menjadi clean, sehingga kita mewariskan anak-cucu kita untuk bisa menghirup udara segar," ujar Moeldoko di Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), Kamis (29/10).
Moeldoko menjelaskan, penggunaan kendaraan listrik berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat. Dengan lingkungan yang lebih bersih, masyarakat diharapkan lebih sehat. Sehingga, kebutuhan terhadap layanan kesehatan bisa berkurang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di balik itu, ternyata, dengan masyarakat yang sehat, membuat kebutuhan BPJS berkurang. Sehingga, kocek pemerintah untuk memberikan subsidi BPJS jadi berkurang," tuturnya.
Mobil listrik GWM Ora 03. Foto: Septian Farhan Nurhuda/detik.com |
Selain kesehatan, Moeldoko mengklaim, penggunaan kendaraan listrik juga dapat membantu pemerintah menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM).
"Berikutnya, secara langsung, siapapun yang menggunakan EV berkontribusi mengurangi beban subsidi BBM dari pemerintah," kata dia.
Dengan demikian, menurut Moeldoko, penggunaan kendaraan listrik tak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi polusi udara. Kendaraan tersebut juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi melalui pengurangan beban subsidi pemerintah, baik untuk BBM maupun layanan kesehatan.
Meski demikian, pengurangan beban subsidi BPJS tersebut hanya klaim manfaat versi Moeldoko. Besarnya dampak penggunaan kendaraan listrik terhadap kesehatan masyarakat dan anggaran pemerintah tetap perlu dibuktikan melalui data.























































