Daftar Tokoh Dunia yang Pernah Jadi Target Penyadapan, SBY-Jokowi Termasuk
MENU

ADVERTISEMENT

Menggunakan Google Calendar Secara Secara Manfaat Artikel Ini Dan Mengikuti Waktu

Menggunakan google calendar untuk merancang kewangan ishares, dalam artikel ini, anda dapat memastikan bahawa semua tarikh penting tidak terlepas, ketahui cara menjadikan kalendar sebagai alat penting Cara Menyusun Mengelola Kelebihan Menjadwalkan Menggunakan Google Notifikasi Platform Demi dalam pengurusan kewangan anda.

Kami akan menerangkan setiap langkah dengan terperinci, dengan cara ini, mengintegrasikan google calendar dengan ishares efek anda memberikan kelebihan dalam pengurusan kewangan, kami akan membimbing anda tentang cara menggunakan google calendar untuk Tips Mengurus Efisien Google Kombinasi Panduan Praktis Ini Panduan Masanya Waktu mengelola tarikh penting berkaitan dengan pengeluaran ishares.

Mengelola Pengeluaran Manfaat Tips Manfaat Mengatur Jadual Sangat Boleh

Fungsi utama google calendar untuk pengeluaran ishares, termasuk pengeluaran dan pelaburan baru, serta Panduan Lengkap Efektif Dalam Menggunakan Google Calendar Cara Menambahkan Merupakan memanfaatkan ciri-ciri tambahan yang ditawarkan oleh google calendar, cara menyusun kewangan ishares menggunakan google calendar, dengan mengintegrasikan ishares efek, membantu anda membuat keputusan yang lebih baik.

Anda dapat menjaga semua maklumat kewangan anda teratur dan mudah diakses, mengelola pengeluaran ishares efek dengan google calendar, dan memastikan anda tidak terlepas waktu penting, anda juga akan belajar tentang cara menggunakan fungsi pengingat untuk memastikan anda tidak terlepas peluang Strategi Efektif Tentang Praktis Langkah Artikel Ini Membincangkan Produktiviti Penggunaan berharga.

Mengelola Pengeluaran Efisien Kewangan Merancang Optimalkan Penggunaan Menggabungkan Sesuai

Dalam panduan ini, cara mengelola Pelajari Cara Menjadwalkan Ishares Kombinasi Menggabungkan Google Menambahkan Baru pengeluaran ishares dengan google calendar, dengan pendekatan yang sistematik, artikel ini meneroka bagaimana menggunakan kalendar untuk merancang dan melaksanakan pengeluaran secara tepat.

Dalam artikel ini, anda dapat menjaga semua maklumat kewangan anda teratur dan mudah diakses, dalam artikel ini, panduan praktis ini akan membantu anda menggunakan google calendar untuk mengurus pengeluaran ishares efek dengan Kelebihan Menjadwalkan Pengeluaran Anda Kelebihan Mengurus Mengatur Jadual Membincangkan Memenuhi Membawa lebih berkesan.

Anda boleh menguruskan pelaburan anda dengan lebih Panduan Lengkap Menyusun Jadual Optimalkan Penggunaan Dua Informasi baik dan memastikan pengeluaran dilakukan tepat pada masanya, mengoptimalkan pengeluaran ishares menggunakan google calendar.

Tips Mengurus Efisien Menjadwalkan Praktis Artikel Ini Memberikan Memenuhi Kedua Memastikan

Mengintegrasikan google calendar dengan ishares efek anda, anda akan belajar bagaimana untuk Kombinasi Google Calendar Meningkatkan Cara Dengan Google Calendar Dan Mencapai Berguna menetapkan pengingat, kami akan menunjukkan cara mengatur semua pengeluaran dan pelaburan dalam satu tempat, kami akan membahas cara mengintegrasikan kedua-dua alat ini untuk meningkatkan ketepatan dan kecekapan dalam pengeluaran.

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 04 Nov 2026 15:30 WIB
Hacker Rusia Berhasil Membobol Jaringan Komunikasi Pemerintah Jerman
Ilustrasi penyadapan. Foto: DW (News)
Jakarta -

Kasus penyadapan yang terjadi pada Presiden Prabowo Subianto ikut menarik perhatian dunia. Dunia ikut menyoroti keterlibatan tiga orang perwira tinggi Polri dalam kasus penyadapan secara ilegal yang menargetkan Prabowo.

Namun, Prabowo bukan satu-satunya Presiden Indonesia yang menjadi target penyadapan. Sebelumnya, ada tiga mantan Presiden RI dan beberapa pemimpin dunia yang jadi target penyadapan dari berbagai pihak/organisasi.

Siapa saja? Dirangkum detikEdu, Rabu (4/11/2026) berikut informasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. BJ Habibie

Mantan Presiden ketiga RI, BJ Habibie sempat menjadi target penyadapan pada 10 Desember 1998. Melansir arsip detikNews, penyadapan itu dilakukan saat BJ Habibie melakukan panggilan telepon dengan Jaksa Agung M Andhi Ghalib sehari setelah pemeriksaan mantan Presiden Soeharto.

ADVERTISEMENT

Percakapan ini pada akhirnya disiarkan kepada publik melalui majalah Panji Masyarakat edisi 24 Februari 1999.

2. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Penyadapan pada mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terjadi ketika ia menjabat. Pelaku penyadapan Presiden keenam RI ini adalah badan intelijen Australia.

Reuters memberitakan badan intelijen Australia ini menyadap percakapan telepon seluler SBY dan juga menargetkan telepon seluler istri SBY dan para menteri senior. Dalam dokumen rahasia yang dilaporkan Guardian Australia dan Australian Broadcasting Corp pada 2009, gerak-gerik elektronik keluarga SBY juga ikut diawasi.

Aktivitas telepon seluler SBY diawasi selama 15 hari pada Agustus 2009. Terbongkarnya operasi ini memicu ketegangan diplomatik antara Indonesia dan Australia.

SBY menanggapi masalah ini secara serius dan mengirim surat ke Perdana Menteri Australia saat itu, Tony Abbot. Dalam surat itu SBY meminta pemerintah Australia memberikan penjelasan secara resmi seperti dikutip dari detikNews.

Meski sempat tegang, hubungan Indonesia dan Australia mencair pada Mei 2014, setelah Australia menunjukkan komitmen dalam membahas kode etik hubungan bilateral.

3. Joko Widodo

Sebelum jadi Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) juga sempat menjadi korban penyadapan. Hal itu diungkap oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) saat itu Tjahjo Kumolo.

Tjahjo mengungkapkan sejak akhir 2013 rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sempat disadap. Tapi Jokowi sepertinya cuek. "Yang mau disadap dari saya apa, sih?"

4. Presiden-Presiden Prancis

Pada Juni 2015, WikiLeaks menyebarkan dokumen terkait penyadapan yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat (NSA). NSA menargetkan tiga presiden Prancis secara berturut-turut. Mereka adalah:

  • Jacques Chirac (1995-2007)
  • Nicholas Sarkozy (2007-2012)
  • Francois Hollande (2012-2015)

NSA disebut memegang daftar nomor telepon berbagai pejabat di Istana Élysée yang merupakan kediaman resmi dan kantor presiden Prancis. NSA juga memiliki akses ke saluran telepon langsung Presiden.

Berbagai percakapan yang berhasil disadap, termasuk soal krisis keuangan global, krisis utang Yunani, manajemen politik dan masa depan Uni Eropa, hubungan antara pemerintahan François Hollande dan Angela Merkel, upaya Prancis untuk memengaruhi daftar pemimpin PBB, keterlibatan Prancis dalam konflik Palestina, dan perselisihan antara pemerintah Prancis dan Amerika Serikat mengenai spionase AS di Prancis.

5. Angela Merkel

Tak hanya pemimpin-pemimpin Prancis, NSA juga menargetkan kanselir Angela Merkel dan anggota pemerintah Jerman. Hal ini memicu skandal politik di Jerman.

Mengutip The Guardian, NSA mengincar 125 nomor telepon pejabat tinggi Jerman, termasuk saluran kantor hingga mesin faks. Berbagai informasi yang berhasil disadap seperti ercakapan Merkel mengenai krisis keuangan internasional (2009), isu Iran bersama Pangeran Mahkota Uni Emirat Arab (2009), dan krisis zona Euro (2011).

6. Emmanuel Macron

Meski tak sempat dipublikasikan, Proyek Pegasus pada 2021 sempat menarik perhatian dunia. The Wire memberitakan Proyek Pegasus atau Pegasus Project berhasil menembus basis data global sehingga penyadap berhasil mengantongi 50 ribu nomor ponsel.

Dari 50 ribu data tersebut, ada 14 kepala negara dan pemerintahan yang nomor teleponnya teridentifikasi. Mereka adalah Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Sebagai informasi Pegasus adalah spyware yang dibuat NSO Group asal Israel. Dikutip dari detikINET Pegasus bisa mengekstraksi data, melakukan pemantauan pasif, dan pengumpulan data aktif di berbagai aplikasi pengiriman pesan populer.



(det/nwk)
Devita Savitri
Apa Itu Kalangan Seimbang Perkembangan Panduan Pendidikan Adalah Kunci Psikologi Kriteria
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom sejak 2023 lulusan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). Tertarik dan aktif meliput isu terkait pendidikan dasar dan menengah. Wartawan Terproduktif Kemendikdasmen 2025.
`; constructor() { super() this.attachShadow({ mode: "open" }) this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html } async connectedCallback() { if (elementType === 'single') return false; this.SwiperClass = Swiper; const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector('.mySwiper'); new this.SwiperClass(swiperContainer, { slidesPerView: 1, spaceBetween: 18, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, }); } } customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Mengenal Dua Kamera DJI Osmo Pocket 4P dan Cara Memaksimalkannya
Hobi dan Mainan

Mengenal Dua Kamera DJI Osmo Pocket 4P dan Cara Memaksimalkannya

Baru Punya Turntable? Begini Cara Menghubungkan ke Speaker dan Memutarnya
Hobi dan Mainan

Baru Punya Turntable? Begini Cara Menghubungkan ke Speaker dan Memutarnya

Ingin Bisa Main Piano Akustik? Pertimbangkan Piano Digital 88 Tuts
Hobi dan Mainan

Ingin Bisa Main Piano Akustik? Pertimbangkan Piano Digital 88 Tuts

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?
Hobi dan Mainan

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads