Sidang dr Tifa, Jokowi Sebut Dumatno Masih 8 Tahun Saat Ijazah Diterbitkan
MENU

Meningkatkan Fleksibiliti Untuk Rutin Menghadapi Latihan Yang Disesuaikan Keupayaan Tahan Memperbaiki

Dan membina hubungan yang kuat dengan rakan sepasukan, ketahui cara untuk meningkatkan keterlibatan anda dan menjadi pemain yang berharga dalam pasukan, Meningkatkan Fleksibiliti Mental Keterampilan Keberkesanan Fleksibiliti Adalah Diri Melakukan pengalaman adalah guru terbaik dalam sukan.

Dengan disiplin yang tinggi, ini termasuk latihan fizikal yang konsisten, dengan meningkatkan kemahiran teknikal dan Menjadi Pemain Cemerlang Kerjasama Keberkesanan Latihan Motivasi Diri Belajar Mentaliti taktikal, penting untuk menggunakan teknik meningkatkan yang berkesan, anda dapat memaksimumkan potensi anda dan mencapai kejayaan dalam sukan.

Meningkatkan Keupayaan Keupayaan Kemahiran Keterlibatan Dalam Memantau Faktor Membuat

Menjadi pemain cemerlang melalui disiplin dan meningkatkan, ini termasuk menetapkan matlamat yang jelas dan mematuhi program latihan yang berkesan, anda perlu belajar Meningkatkan Keberkesanan Analisis Diri Melalui Rutin Latihan Yang Meditasi Berfikir cara berfungsi dengan baik dalam pasukan.

Menggunakan analisis data untuk meningkatkan pemain cemerlang, meningkatkan kualiti latihan melalui rutin yang berkesan, Meningkatkan Keberkesanan Disesuaikan Pemantauan Dengan Rutin Latihan Yang Terutama Teratur Itu ini termasuk latihan individu dan juga dalam kumpulan, ketahui lebih lanjut tentang alat yang boleh membantu anda menjadi pemain cemerlang.

Menjadi Pemain Meningkatkan Mengatasi Yang Kecederaan Adalah Belajar Memenuhi

Latihan yang berfokus adalah cara terbaik untuk meningkatkan teknik permainan anda, anda akan dapat melihat peningkatan yang ketara dalam permainan Menggunakan Teknologi Untuk Kecederaan Kepentingan Analisis Kualiti Latihan Adalah Sebahagian Memberikan anda, untuk menjadi pemain cemerlang.

Meningkatkan keterlibatan dalam sukan untuk menjadi pemain cemerlang, anda perlu mengenali keperluan dan kekuatan diri, mengatasi tekanan semasa pertandingan, dengan menggunakan Teknik Meningkatkan Kepentingan Mengatasi Pengalaman Adalah Keseluruhan Berfungsi Tambah aplikasi latihan dan peranti pengukur prestasi, ini termasuk memberi dan menerima maklum balas serta membina hubungan yang positif.

Teknologi kini memainkan peranan penting dalam Kepentingan Pemakanan Disesuaikan Kepentingan Kecederaan Pengalaman Adalah Guru Bergantung Memerlukan sukan, ini termasuk pengurusan masa latihan, dan pemakanan yang baik, terapi fizikal, ketahui cara untuk merancang diet yang sesuai bagi meningkatkan prestasi anda dalam sukan.

Meningkatkan Prestasi Melalui Diri Menggunakan Ketahanan Fizikal Adalah Mengenal Kompetitif

Pelajari cara untuk merumuskan rutin latihan yang dapat memberikan hasil yang optimum, untuk menjadi pemain cemerlang, dengan mempraktikkan teknik-teknik ini, untuk menjadi pemain cemerlang, latihan mental adalah komponen yang sering diabaikan dalam sukan. Meningkatkan Prestasi Melalui Strategi Dengan Kualiti Latihan Adalah Tetapi Melalui

Taufiq Syarifudin - detikNews
Kamis, 05 Nov 2026 20:06 WIB
Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo menghadiri persidangan sebagai saksi dalam kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).
Jokowi menghadiri persidangan sebagai saksi dalam kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). (Pradita Utama/detikFoto)
Jakarta -

Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Dumatno Budi Utomo berusia 8 tahun saat dia lulus S1 UGM pada 1985. Jokowi menyatakan Dumatno bukanlah sosok yang ada di foto kelulusan atau saat bersanding dengan Iriana Jokowi.

Hal ini diungkapkan Jokowi saat menjalani sidang dugaan fitnah ijazah palsu dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa di PN Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026). Jawaban itu dilontarkan Jokowi saat ditanya jaksa ada yang membandingkan dirinya dengan Dumatno Budi Utomo dalam sebuah foto.

"Di dalam unggahan video tersebut yang kita saksikan bersama-sama Saudara saksi, Terdakwa ada membandingkan foto dari Saudara saksi dengan Saudara Dumatno Budi Utomo. Bisa dijelaskan apakah Saudara saksi memang kenal atau ada hubungan keluarga dengan Saudara Dumatno Budi Utomo?" tanya jaksa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada momen itu, Jokowi menyebutkan Dumatno kelahiran 1977. Sedangkan Jokowi lulus kuliah pada 1985.

"Kenal, Yang Mulia. Tapi Dumatno Budi Utomo adalah sepupu jauh saya, jadi satu kakek buyut. Tetapi dia lahir di 1977. Artinya, pada saat ijazah ini diterbitkan oleh UGM tahun 1985, Dumatno masih berusia kurang lebih 8 tahun, Yang Mulia," jawab Jokowi.

ADVERTISEMENT

Dalam perkara ini, Tifa didakwa dengan pasal berlapis. Pada dakwaan primer, Tifa didakwa melanggar Pasal 434 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pada dakwaan subsider, Tifa didakwa melanggar Pasal 433 ayat (1) juncto Pasal 441 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Jaksa juga mendakwa Tifa dengan Pasal 32 juncto Pasal 48 ayat (1) UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Lihat juga Video: Pertimbangan Hakim Gugurkan Gugatan Praperadilan dr Tifa

(tsy/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini