Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
detikInet
Ini Alasan Manusia Purba Bisa Bertahan di Gurun Arab

Menjelajahi Dunia Peluang Peluang K4club Merupakan Bersantai Kali

Pengguna dapat menikmati pengalaman permainan Menjelajahi Dunia Adalah Bersama Dengan K4club Berfungsi Sebagai Strategi Senang yang unik, dengan pelbagai pilihan permainan yang menarik, k4club adalah tempat yang ideal untuk berkembang dan bersenang-senang, dengan pelbagai pilihan permainan yang menarik.

K4club: K4club Menjelajahi Alih Menarik Mengapa K4club Memberikan Peluang Kenangan Tutorial Minat menjelajahi alih dan keseronokan dalam permainan, dengan alat dan sumber yang disediakan, daftar hari ini dan temui keunikan k4club.

K4club Menjelajahi Alih Cara Dengan K4club Adalah Dan Alih Pertandingan

K4club juga menganjurkan pelbagai acara yang membolehkan pemain menunjukkan kemahiran mereka, k4club: menjelajahi peluang alih dan permainan menarik, k4club: menjelajahi alih dan peluang permainan yang menarik, k4club menawarkan platform yang unik untuk menjelajahi pelbagai jenis permainan K4club Menjelajahi Alih Menarik Cara K4club Adalah Platform Mengajak Berbeza Berkembang dan aktiviti.

K4club merupakan pilihan terbaik bagi mereka yang ingin menjelajahi alih dan dunia permainan dalam talian, jika anda mencari tempat untuk bersantai dan bersosial, selain itu, k4club adalah tempat yang sempurna untuk menjelajahi alih dan berinteraksi dengan pemain K4club Menjelajahi Menarik Menyediakan Mencipta K4club Menawarkan Platform Seorang Suka Untuk lain dalam talian.

K4club Menjelajahi Alih Baru Keseronokan K4club Merupakan Pilihan Dilupakan Dalam

Pengguna dapat menghabiskan masa dengan cara yang produktif dan menghiburkan, selain itu, pengguna dapat menemukan peluang baru untuk bersosial dan berinteraksi dengan pemain lain, K4club Menjelajahi Alih Peluang Dengan Cara K4club Menawarkan Platform Cara Menganjurkan Teknik pengguna dapat bersenang-senang sambil berinteraksi dengan pemain lain.

K4club: menjelajahi alih dan K4club Menyediakan Peluang Bersama Bersama K4club Memudahkan Pengguna Memberikan Menyokong mencipta kenangan permainan, k4club adalah tempat yang ideal untuk menjelajahi alih dan meningkatkan kemahiran permainan anda, bergabunglah dengan k4club hari ini dan temui dunia permainan yang tidak terhad.

Pengalaman permainan yang disediakan oleh k4club bukan sahaja menghiburkan tetapi juga mendidik, sertai kami dan temui apa yang membuat k4club unik dalam dunia permainan dalam talian, dengan komuniti yang aktif dan sokongan yang Menjelajahi K4club Menikmati Kemahiran Menyediakan K4club Adalah Kenangan Dilupakan Sebagai kuat.

Menjelajahi Dunia Unik Menuju Dengan K4club Adalah Tempat Hari Talian

Bergabunglah dengan kami dan temui pengalaman permainan yang berbeza, sertai kami sekarang untuk pengalaman yang luar biasa, dengan reka bentuk yang mesra pengguna, K4club Menjelajahi Meningkatkan K4club K4club Menawarkan Pengalaman Platform Cabaran Keseronokan k4club memberikan peluang untuk belajar dan berkembang dalam setiap permainan yang dimainkan.


Rachmatunnisa - detikInet

Spains biker Lorenzo Santolino competes during Stage 12 of the Dakar 2023 between Empty Quarter Marathon and Shaybah, in Saudi Arabia, on January 13, 2023. - (Photo by FRANCK FIFE / AFP)
Ilustrasi gurun Arab. Foto: AFP/FRANCK FIFE
Jakarta -

Selama ini, ketersediaan air kerap dianggap sebagai faktor utama yang menentukan wilayah tempat manusia purba bisa bertahan hidup. Namun, penelitian terbaru di Semenanjung Arab mengungkap bahwa ada faktor lain yang tidak kalah penting, yakni ketersediaan batu yang dapat digunakan untuk membuat peralatan.

Temuan ini berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Nature pada 28 Oktober 2026. Studi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan sumber air saja tidak cukup untuk menjelaskan lokasi permukiman manusia purba di wilayah gurun.

Penelitian berfokus pada Rub' al Khali, gurun pasir luas di Semenanjung Arab yang dikenal sebagai salah satu hamparan pasir terbesar di dunia. Wilayah ini pernah mengalami periode iklim lebih basah ketika hujan monsun membentuk danau, lahan basah, serta padang rumput.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut semestinya menyediakan lingkungan yang mendukung kehidupan manusia purba. Namun, bukti arkeologis justru lebih banyak ditemukan di tepian gurun, bukan di bagian tengahnya.

Untuk mengungkap penyebabnya, tim peneliti yang dipimpin Jeffrey I. Rose dari University of Algarve, Portugal, melakukan survei lapangan sepanjang sekitar 1.500 kilometer di bagian tengah Rub' al Khali.

ADVERTISEMENT

Mereka memeriksa 125 lokasi di antara bukit-bukit pasir. Peneliti mencari endapan danau purba, mengidentifikasi jenis batuan, serta menelusuri kemungkinan adanya perkakas batu atau jejak aktivitas manusia.

Hasilnya cukup mengejutkan. Tim menemukan bukti keberadaan danau purba di 55 lokasi, tetapi tidak menemukan artefak batu maupun tanda-tanda hunian manusia purba di sepanjang jalur survei tersebut. Padahal, temuan berupa fosil kerang dan cangkang telur burung unta menunjukkan bahwa kawasan itu pernah memiliki sumber air tawar dan mendukung kehidupan.

Peneliti kemudian menggabungkan hasil survei dengan peta geologi serta rekonstruksi jaringan air di Semenanjung Arab. Model tersebut juga dibandingkan dengan 362 situs arkeologi yang telah diketahui di kawasan tersebut.

Hasil pemodelan memperlihatkan bahwa sekitar 57% wilayah yang dinilai memiliki akses terhadap air ternyata tidak mempunyai jenis batuan yang cocok untuk pembuatan perkakas. Dengan kata lain, meskipun air tersedia, manusia purba belum tentu bisa menetap di suatu tempat apabila mereka kesulitan memperoleh bahan untuk membuat peralatan.

Batu dan Air Menentukan Persebaran Manusia Purba

Bagi manusia pada masa Paleolitikum, batu merupakan bahan penting untuk membuat berbagai perkakas, mulai dari alat pemotong hingga peralatan berburu dan mengolah makanan.

Batu yang dapat dibentuk melalui proses pemangkasan atau pemecahan tertentu memungkinkan manusia menghasilkan alat dengan sisi tajam. Karena itu, lokasi yang memiliki sumber air tetapi tidak menyediakan bahan baku perkakas bisa menjadi tempat yang kurang mendukung kehidupan dalam jangka panjang.

Dalam publikasinya, para peneliti memperingatkan bahwa model migrasi manusia purba yang tidak memperhitungkan faktor geologi berpotensi memberikan gambaran keliru mengenai wilayah yang layak dihuni.

"Model persebaran yang mengabaikan kondisi geologi bahan baku dapat secara sistematis melebih-lebihkan jangkauan wilayah yang dapat dihuni oleh populasi yang bergantung pada perkakas batu," tulis para peneliti seperti dikutip dari Phys.org.

Mereka juga menegaskan bahwa ketersediaan air bukan satu-satunya penentu lokasi hunian manusia purba.

"Apakah populasi manusia purba menetap di suatu lanskap gurun bergantung pada ketersediaan batu yang tersingkap di permukaannya, sama besarnya dengan ketergantungan mereka pada air yang mengisi cekungan-cekungan di wilayah tersebut," tulis tim peneliti.

Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah Arabia yang dahulu lebih hijau bukanlah kawasan yang seluruhnya bisa dihuni manusia purba. Persebaran sumber air dan batuan yang dapat diolah menciptakan kantong-kantong wilayah yang mendukung kehidupan, sementara kawasan di antaranya belum tentu layak untuk permukiman jangka panjang.

Penelitian ini juga memberi pelajaran lebih luas bagi studi migrasi manusia purba. Untuk memahami bagaimana manusia menyebar dan bertahan di lingkungan kering, para ilmuwan perlu mempertimbangkan bukan hanya iklim dan air, tetapi juga sumber daya geologi yang menunjang teknologi mereka.



(rns/fay)

`; constructor() { super() this.attachShadow({ mode: "open" }) this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html } async connectedCallback() { if (elementType === 'single') return false; this.SwiperClass = Swiper; const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector('.mySwiper'); new this.SwiperClass(swiperContainer, { slidesPerView: 1, spaceBetween: 18, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, }); } } customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)


` $('.itp-berita_terkait-' + i).replaceWith(listArticles); } } }); });





Hide Ads