Kematian Jesus de Miguel, striker CD Tenerife menjadi salah satu tragedi kelam di sepakbola. Imbas kejadian ini, kiper FC Andorra, Jesus Owono syok berat.
Sebagai informasi, Owono melakukan pelanggaran brutal kepada Miguel. Owono menubruk Miguel yang sedang berlari mengejar bola. Wasit pun langsung memberikan kartu merah kepada sang kiper.
Insiden ini terjadi dalam pertandingan divisi dua Liga Spanyol antara CD Tenerife dan FC Andorra pada Senin (2/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Miguel sebenarnya sudah mendapatkan perawatan cepat usai insiden tabrakan yang berakhir ia pingsan di lapangan. Namun, ia dilaporkan mengalami serangan jantung di dalam ambulans dan berhasil disadarkan kembali oleh paramedis dalam perjalanan ke rumah sakit.
Dikutip dari media lokal Spanyol, Marca bahwa Owono mengalami syok atas kejadian tersebut. Ia berusaha menghubungi keluarga Miguel untuk menyampaikan permintaan maaf. Namun, kematian sang striker justru memperburuk situasi.
Dicap Sebagai Pembunuh
Tekanan keapada Owono juga datang dari para netizen di media sosial. Ia dihujani hinaan di media sosial, yang memaksanya menonaktifkan kolom komentar di akunnya. Beberapa penggemar bahkan sampai menyebutnya 'pembunuh'.
Owono kini sedang dihadapkan dengan hukuman dari federasi sepakbola Spanyol. Kemungkinan, ia akan dijerat dengan Pasal 102 yakni larangan bermain antara 4 hingga 12 pertandingan.
Di luar hukuman olahraga, kematian Jesus de Miguel menimbulkan pertanyaan hukum tentang apakah suatu tindakan yang terjadi selama pertandingan sepak bola dapat berujung pada konsekuensi pidana.

























































