Taiwan dilanda Topan Champi. Area pesisir menjadi kawasan terlarang, jika turis masuk ke sana bisa kena denda.
Menurut Administrasi Penjaga Pantai Taiwan (Coast Guard Administration), seorang wisatawan asal Irlandia itu ditemukan di kawasan pesisir Kenting, Kabupaten Pingtung sekitar pukul 10.00 waktu setempat.
Pria tersebut diduga hendak melakukan aktivitas air meskipun pemerintah Kabupaten Pingtung telah melarang kegiatan di kawasan pesisir tersebut, seperti dilaporkan Focus Taiwan, Rabu (28/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas penjaga pantai kemudian menghentikannya. Berdasarkan Undang-Undang Pencegahan dan Perlindungan Bencana, ia telah melanggar peraturan dan akan dilaporkan kepada pihak berwenang. Kasusnya akan diserahkan kepada pemerintah kabupaten untuk menentukan sanksi.
Sementara itu, dua wisatawan lainnya terlihat sekitar pukul 05.00 waktu setempat di kawasan Wuling, jalur pegunungan yang aksesnya telah ditutup. Keduanya dilaporkan berpose di depan kamera pemantau langsung (live camera), meskipun pengumuman pembatasan akibat topan telah disampaikan secara daring.
Korps Kepolisian Khusus Ketujuh Taiwan kini memeriksa rekaman pengawasan untuk mengidentifikasi mereka. Kasus tersebut selanjutnya dapat diteruskan kepada pengelola Taman Nasional Taroko dan Badan Kehutanan dan Konservasi Alam untuk menentukan kemungkinan sanksi.
Pelanggaran tersebut dapat berujung pada denda yang cukup besar. Wisatawan yang memasuki zona peringatan bencana dapat dikenai denda hingga NT 250.000 (Rp 130 juta).
Sementara itu, orang yang berulang kali mengabaikan peringatan polisi dan memasuki kawasan terlarang di taman nasional dapat dikenai denda hingga NT 3.000 (1,5 juta) berdasarkan Undang-Undang Taman Nasional Taiwan. Besaran sanksi akhir akan bergantung pada aturan yang berlaku dan hasil pemeriksaan masing-masing kasus.
Penutupan kawasan wisata tersebut bukan sekadar tindakan pencegahan biasa. Topan Champi membawa angin kencang, hujan lebat, dan gelombang laut tinggi yang berpotensi mengancam keselamatan.
Administrasi Cuaca Pusat Taiwan memperkirakan wilayah pegunungan di utara dan timur laut dapat menerima curah hujan hingga 600-900 milimeter dalam periode Kamis hingga Sabtu. Hujan sebanyak itu dapat membuat tanah jenuh air, meningkatkan risiko longsor dan runtuhan batu, serta menyebabkan sungai meluap secara tiba-tiba. Di pesisir, gelombang besar dan arus kuat dapat menyeret orang ke laut meskipun mereka hanya berada di dekat pantai.
Dampak Champi juga tercatat menimbulkan korban. Menurut Pusat Operasi Darurat Taiwan, hingga Sabtu pagi, 24 Oktober, topan tersebut telah menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 527 orang mengalami cedera. Korban meninggal dilaporkan terseret ombak yang dipicu badai di Kabupaten Pingtung, sedangkan banyak cedera lainnya berkaitan dengan pohon tumbang, kabel listrik yang jatuh, dan papan reklame yang rusak.
Peringatan darat untuk Champi kemudian dicabut pada Sabtu pukul 14.30 waktu setempat setelah badai melemah menjadi badai tropis dan bergerak menjauh. Meski demikian, pihak berwenang tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap dampak sisa hujan dan gelombang tinggi.


























































