Seekor ular kecil ditemukan di dalam pesawat Japan Air Commuter (JAC). Penerbangan batal, pencarian ular malah memakan waktu 2 hari.
Insiden itu terjadi pada Senin (19/10/2026) lalu, ular sepanjang 40 cm itu awalnya terlihat ketika pesawat sedang bersiap untuk berangkat dari Bandara Fukuoka menuju Kagoshima. JAC merupakan anak perusahaan grup Japan Airlines (JAL), seperti dilaporkan oleh Kyodo News, Selasa (27/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberadaan hewan tersebut membuat maskapai memutuskan untuk membatalkan penerbangan demi memastikan keselamatan penumpang dan awak pesawat.
Pesawat yang terlibat dalam insiden ini sebelumnya tiba di Bandara Fukuoka dari Bandara Izumo, Prefektur Shimane. Penerbangan lanjutan menuju Kagoshima dijadwalkan berangkat pada pukul 12.50 waktu setempat.
Ketika pesawat sedang menjalani persiapan sebelum keberangkatan, seekor hewan kecil terlihat bergerak di sekitar bagian bawah kokpit. Hewan tersebut kemudian menghilang sehingga petugas tidak dapat langsung menangkapnya.
Setelah hewan itu terlihat, petugas melakukan pemeriksaan untuk menemukannya. Namun, pencarian pada hari Senin belum membuahkan hasil. Karena posisi hewan tersebut tidak diketahui, maskapai membatalkan penerbangan yang dijadwalkan menuju Kagoshima.
Menurut laporan media Jepang, sekitar 43 penumpang terdampak oleh pembatalan tersebut. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan karena keberadaan hewan asing di dalam pesawat berpotensi menimbulkan risiko terhadap keselamatan penerbangan.
Pencarian kemudian berlanjut hingga Selasa (20/10/2026). Sekitar pukul 13.00 waktu setempat, seorang mekanik akhirnya menemukan ular tersebut di bawah karpet lorong kabin bagian belakang pesawat di Bandara Fukuoka.
Ular itu ditemukan dalam keadaan hidup setelah sebelumnya tidak diketahui keberadaannya selama lebih dari satu hari. Penemuan tersebut mengakhiri pencarian yang dilakukan petugas sejak hewan itu pertama kali terlihat.
Setelah berhasil ditemukan, ular tersebut diperiksa oleh seorang ahli dan diidentifikasi sebagai ular belang Jepang muda, yang dikenal dengan nama shimahebi atau memiliki nama ilmiah Elaphe quadrivirgata. Ular ini merupakan spesies asli Jepang yang tidak berbisa. Panjang ular yang ditemukan diperkirakan sekitar 40 cm, sedangkan individu dewasa dari spesies tersebut dapat tumbuh jauh lebih panjang.
Japan Air Commuter menyatakan bahwa pihaknya belum mengetahui bagaimana ular tersebut dapat masuk ke dalam pesawat. Maskapai juga menyebut bahwa kejadian seperti ini belum pernah mereka alami sebelumnya. Belum ada bukti yang memastikan apakah ular masuk ketika pesawat berada di Bandara Izumo, saat berada di Bandara Fukuoka, atau melalui jalur lain.
(bnl/ddn)


























































