Bhutan sedang tidak baik-baik saja. Banjir bandang akibat jebolnya danau glasial Shintaphu menerjang kawasan pemandian air panas alami Gasa Tshachu.
Bencana tersebut terjadi pada Kamis (29/10/2026) malam. Peristiwa ini dipicu oleh jebolnya Danau Shintaphu yang tidak lagi mampu menahan volume air.
Sebagai danau glasial, Shintaphu terbentuk dari air lelehan gletser yang umumnya tertahan oleh bendungan alami berupa tumpukan batu dan material tanah. Bendungan tersebut dapat melemah akibat erosi, peningkatan tekanan air, maupun longsoran es dan batu yang jatuh ke danau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika bendungan tidak lagi mampu menahan air, volume air yang besar dapat mengalir keluar secara tiba-tiba dan memicu banjir bandang. Fenomena ini dikenal sebagai Glacial Lake Outburst Flood (GLOF). Meski demikian, penyebab pasti jebolnya Danau Shintaphu di Bhutan masih dalam penyelidikan.
Menurut laporan lembaga penyiaran negara Bhutan, BBS, seperti dikutip Sabtu (31/10/2026), tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, tingkat kerusakan belum dapat dipastikan.
Proses penilaian kerusakan terkendala kondisi gelap dan derasnya arus banjir yang menyulitkan petugas memeriksa kawasan terdampak. Meski begitu, sejumlah bangunan dipastikan ikut hancur.
Dampak banjir diperkirakan juga meluas hingga ke infrastruktur penghubung. BBS melaporkan dua jembatan Bailey, yakni jembatan portabel yang dibangun menggunakan komponen-komponen yang telah dipabrikasi, kemungkinan besar ikut hanyut terbawa arus.
Sementara itu, menurut surat kabar nasional Bhutan, Kuensel, sebagian jalan menuju Desa Laya, lokasi pemandian air panas tersebut, juga mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat dilalui. Jalan itu ditutup untuk lalu lintas hingga waktu yang belum ditentukan.
Di tengah upaya pihak berwenang menilai kerusakan, muncul kekhawatiran lain mengenai potensi terbentuknya danau buatan berukuran besar. Kondisi ini diduga berkaitan dengan saluran-saluran sungai yang terdampak banjir dan kemudian saling menyatu setelah jebolnya danau glasial Shintaphu.
Jika terbentuk, danau tersebut berpotensi menimbulkan risiko banjir susulan bagi wilayah di sekitarnya.
Masyarakat yang tinggal di sepanjang lembah Sungai Mochhu dan Punatsangchhu pun diimbau untuk tetap waspada. Mereka diminta menjauhi tepian sungai serta kawasan yang rawan banjir.
Dampak peristiwa ini juga meluas hingga ke negara tetangga, India. Menurut laporan saluran berita NDTV, peringatan banjir telah dikeluarkan untuk sejumlah wilayah di negara bagian Benggala Barat dan Assam menyusul jebolnya danau glasial tersebut.
Gasa Tshachu merupakan salah satu objek wisata utama di wilayah utara Bhutan. Pemandian air panas alami ini menjadi tujuan wisatawan yang ingin menikmati kolam air panas di tengah lanskap pegunungan Himalaya.
Namun, kawasan tersebut bukan kali pertama menghadapi bencana serupa. Pada 2021, banjir bandang juga menerjang Gasa Tshachu setelah aliran Sungai Mochhu berubah arah dan menyapu kawasan pemandian.


























































