Warga Lumajang dihebohkan dengan tertangkapnya buaya sepanjang dua meter saat banjir lahar gunung Semeru datang menerjang.
Buaya tersebut ditemukan saat banjir lahar Gunung Semeru yang terjadi pada Senin (2/11). Saat ditemukan, buaya terjerat perangkap biawak di kawasan rawa Dusun Kaliwelang, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.
Lokasi tempat buaya itu berada diketahui tidak jauh dari permukiman padat penduduk. Kapolsek Pasirian Iptu Loni Roi Madhona mengatakan, buaya yang ditemukan adalah buaya muara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hewan dengan nama latin Crocodylus porosus itu memiliki panjang sekitar 2,2 meter dengan diameter tubuh sekitar 30 sentimeter. Buaya itu dalam kondisi masih hidup saat tertangkap.
"Warga menangkap buaya berukuran dua meter dari jebakan biawak," ujar Loni, Kamis (5/11/2026).
Loni menjelaskan, penangkapan buaya itu bermula saat warga hendak memeriksa perangkap biawak yang dipasangnya di kawasan rawa. Bukan biawak, perangkap malah menjerat seekor buaya yang terus memberontak.
"Awalnya warga mau memeriksa jebakan biawak namun justru buaya yang terperangkap," terang Loni.
Setelah berhasil ditangkap, buaya tersebut kemudian dievakuasi ke tempat aman. Selanjutnya hewan melata itu diserahkan ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.
Petugas lalu mengimbau warga agar tetap jika menemukan kembali keberadaan buaya di rawa atau sungai saat banjir lahar Semeru. Sebab bukan tak mungkin, masih ada lagi buaya yang masih berkeliaran.
"Masyarakat kami imbau tetap waspada, karena buaya yang tertangkap ini usianya masih muda. Khawatir masih ada buaya lebih besar lagi," pungkas Loni.
---------
Artikel telah naik di detikJatim.



























































