Dewan Ekonomi Nasional memproyeksi penjualan mobil listrik di Indonesia bisa tembus 15 besar di dunia. Buktinya pertumbuhan penjualan mobil BEV (battery electric vehicles) sudah terasa sejak lima tahun belakangan.
Sekretaris Eksekutif DEN Septian Hario Seto menyebut penjualan mobil listrik di Indonesia saat ini sudah tembus 20 besar dunia.
"Kenapa? Karena pasar mobil listrik kita cukup besar. Tahun lalu kita sekitar 100-an ribu itu masuk 20 pasar mobil listrik terbesar di dunia. Tahun ini di bulan Agustus-September kalau enggak salah angkanya udah melebihi itu," ujar Seto dalam acara Minerba Convention & Exhibition (Convex) 2026, di Jiexpo, seperti dikutip dari CNBC Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer), penjualan mobil listrik di Indonesia sudah tembus 117.218 unit sepanjang sembilan bulan 2026 (Januari-September). Penjualan mobil listrik tumbuh sekitar 113,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Jika ditarik data dalam lima tahun terakhir, penjualannya sudah melebihi tahun-tahun yang lalu.
Penjualan mobil listrik Indonesia diproyeksikan akan tumbuh jauh lebih masif pada 2026 ini hingga menembus peringkat 15 besar dunia.
"Jadi paling mungkin 2026 ini kita akan lebih besar gitu. Jadi saya kira kita bisa masuk mungkin sekitar top 15 dunia untuk pasar mobil listrik, di mana kalau kita lihat 2-3 tahun lalu itu angkanya sangat kecil, jadi pertumbuhannya sangat sangat fenomenal," paparnya.
Berikut ini data penjualan BEV dalam 7 tahun terakhir:
- 2020: 125 unit
- 2021: 687 unit
- 2022: 10.327 unit
- 2023: 17.051 unit
- 2024: 43.188 unit
- 2025: 103.931 unit
- 2026 (Jan-Sept): 117.218 unit






















































