Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan normalisasi dan pembersihan anak sungai di lima kecamatan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir menjelang musim hujan.
Petugas diterjunkan secara serentak ke sejumlah titik untuk membersihkan tumpukan sampah, eceng gondok, dan vegetasi liar yang berpotensi menghambat aliran air.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta jajarannya bergerak cepat melakukan langkah antisipasi menghadapi musim penghujan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Normalisasi dan pembersihan anak sungai ini merupakan salah satu upaya untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi genangan saat hujan turun dengan intensitas tinggi," katanya kepada wartawan, Selasa (27/10/2026).
Dewa menjelaskan ada lima kecamatan yang menjadi sasaran normalisasi meliputi Alang-Alang Lebar, Sukarami, Ilir Barat I, Sako, dan Ilir Timur II.
Di Kecamatan Alang-Alang Lebar, pembersihan dilakukan di Jalan By Pass, Kelurahan Talang Kelapa. Sementara di Kecamatan Sukarami, petugas menangani aliran anak sungai di Jalan Gotong Royong, Kelurahan Sukodadi, serta Jalan Harun Sohar, Kelurahan Kebun Bunga.
"Normalisasi di Kecamatan Ilir Barat I menyasar sejumlah lokasi, yakni Lorong Terati, Jalan Pipa Reja, aliran Sungai Sekanak di ujung Jalan Sungai Sahang, Kelurahan Lorok Pakjo, serta Jalan PDAM di kawasan Bukit Lama,"ungkapnya
"Selanjutnya, di Kecamatan Sako, petugas melakukan normalisasi aliran Sungai Simpang Bombat di Jalan Anggrek 1, Kelurahan Sialang. Pembersihan juga dilakukan di Jalan Murai, Kelurahan Sialang, tepatnya di kawasan RT 19," sambungnya.
Sedangkan di Kecamatan Ilir Timur II, pembersihan vegetasi dilanjutkan di Jalan RW Monginsiwo di, tepatnya di depan SD Negeri 49.
Selain melakukan normalisasi, kata Dewa, Pemkot Palembang mengingatkan masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air.
Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan, terutama ketika hujan turun dalam durasi panjang atau dengan intensitas tinggi.
"Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga kebersihan sungai dan saluran air. Jangan membuang sampah sembarangan karena dapat menyumbat aliran air dan berpotensi memicu banjir," ungkapnya.
Normalisasi anak sungai menjadi salah satu langkah antisipatif Pemkot Palembang dalam menghadapi musim hujan. Namun, upaya ini perlu didukung pemeliharaan saluran air secara berkala serta kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
Dengan kolaborasi pemerintah dan warga, risiko banjir akibat tersumbatnya aliran air di sejumlah wilayah Palembang diharapkan dapat ditekan.



























































