Harga Danza Z9 GT di Indonesia tembus Rp 2,2 miliaran. Ternyata harga Danza di Indonesia itu jauh lebih mahal ketimbang di Malaysia dan juga Thailand.
Danza menambahkan lini produknya di Indonesia dengan meluncurkan Z9 GT. Mobil bergaya shooting brake itu dibanderol dengan harga Rp 2,25 miliar. Danza Z9 GT ini diketahui dijual di beberapa negara ASEAN lain seperti Malaysia dan juga Thailand.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya kalau bicara harga, banderol Danza Z9 GT di Indonesia itu paling mahal ketimbang dua negara lain di ASEAN. Sebagai catatan, Danza Z9 GT di Malaysia dan Thailand tetap menggunakan nama Denza D9 GT. Sebab, sengketa merek Denza hanya berlaku di pasar Indonesia.
Di Malaysia, Denza Z9 GT meluncur pada 20 Juli 2026. Malaysia menjadi negara setir kanan pertama di Asia Pasific di luar China yang meluncurkan Denza Z9 GT. Di negeri jiran, Denza Z9 GT itu dibanderol 368.690 ringgit atau kalau dirupiahkan setara dengan Rp 1,64 miliar. Harga tersebut sudah termasuk pajak on the road di Malaysia.
Selanjutnya di Thailand, Denza Z9 GT meluncur pada 16 September 2026. Mobil ini diposisikan mengisi segmen teratas dari model Denza yang dijual di Thailand. Harga jual Denza Z9 GT di Thailand itu juga tak jauh berbeda dengan Malaysia. Mobil dibanderol 2.999.900 baht atau kalau dikonversi ke rupiah harganya Rp 1,621 miliar.
Sementara di negara asalnya, harga Denza Z9 GT itu ditawarkan mulai Rp 800 jutaan hingga yang termahal di kisaran Rp 1 miliar. Untuk diketahui, Danza Z9 GT dihadirkan BYD ke Indonesia dengan skema impor utuh. Berdasarkan catatan detikOto, mobil listrik yang didatangkan dengan skema importasi CBU itu dikenai tarif pajak sekitar 77 persen dengan rincian bea masuk 50 persen, PPnBM 15 persen, dan PPN 12 persen. Jadi tingginya harga Danza Z9 GT itu lantaran pajak yang cukup tinggi.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, saat peluncuran sempat buka suara soal harga Danza Z9 GT yang lebih mahal dari negara asalnya.
"Tentunya, setiap negara memiliki aturan perpajakan masing-masing. Tapi kami percaya, dengan value yang banyak dan teknologi yang ada di dalamnya, seperti blade battery generasi kedua, pengisian daya (flash charging), teknologi e3, serta DiSus-A," ujar Eagle.






















































