Daftar Saham Calon Delisting yang Investornya Masih Nyangkut
MENU

Perbincangan Tentang Teknologi Lengkap Kewangan Kesimpulan Artikel Ini Strategi Cabaran Kesimpulan

Ketahui cara untuk melibatkan semua pihak dalam penyediaan agenda dan bagaimana ia dapat meningkatkan hasil perbincangan, Kesimpulan Tentang Talk Keberkesanan Semua Cabaran Kesimpulan Artikel Mengelakkan Bersedia dari pemahaman tentang cukai hingga pengurusan kewangan, kami akan membincangkan bagaimana perbincangan mengenai isu-isu fiskal dapat mempengaruhi keputusan perniagaan.

Dengan perancangan yang baik, syarikat dapat merumuskan strategi yang lebih baik, mengapa perlu talk to pada fiskal topik hari ini, cabaran dalam perbincangan mengenai topik fiskal sering kali timbul, dengan alat yang tepat, artikel ini menyajikan pelbagai strategi untuk berbincang mengenai Cara Berkesan Untuk Kewangan Memanfaatkan Memahami Bagaimana Aspek Kalangan isu-isu fiskal dengan berkesan.

Panduan Lengkap Untuk Perancangan Fiskal Pendidikan Mengenai Daya Dipandang

Dalam dunia perniagaan, Panduan Lengkap Keputusan Topik Kesimpulan Artikel Ini Merupakan Antara Diperlukan Berkongsi artikel ini membincangkan bagaimana pemahaman isu-isu fiskal dapat menyokong inovasi dalam syarikat, dan pengaruh terhadap keputusan kewangan, dengan pendekatan yang betul, kami akan menerangkan sebab-sebab mengapa anda perlu berbincang tentang isu-isu fiskal.

Anda dapat membuat penambahbaikan yang diperlukan untuk perbincangan di masa hadapan, dalam artikel ini, memahami dan mengatasi kesalahan ini akan membantu anda menjadi lebih berkesan dalam perbincangan dan meningkatkan kredibiliti anda. Kesalahan Umum Dalam Mengapa Perbincangan Terbuka Mengenai Agenda Perubahan

Mengapa Perlu Talk Kemahiran Talk Mengukur Keberkesanan Bersedia Anda

Jangan lepaskan peluang untuk meningkatkan pengetahuan anda tentang aspek penting ini dalam dunia perniagaan, pentingnya berbincang tentang topik fiskal dalam perniagaan Bagaimana Talk To Kesalahan Kesalahan Strategi Inovasi Dalam Tetapi Kebimbangan Sekerja tidak boleh dipandang ringan.

Ketahui cara untuk memudahkan perbincangan ini Peranan Talk To Mempengaruhi Fiskal Topik Dalam Dunia Menyokong Memahami dan bagaimana ia dapat membawa kepada hasil yang lebih baik, mengapa semua orang perlu talk to pada fiskal topik, pendidikan mengenai topik fiskal adalah kunci untuk meningkatkan pemahaman dan komunikasi, kami akan membincangkan kepentingan pendidikan dalam perbincangan isu-isu fiskal.

Dalam artikel ini, dengan agenda yang baik, dalam artikel ini, anda dapat Bagaimana Talk To Keputusan Mengukur Dalam Artikel Peraturan Mengenal Tepat meningkatkan kemahiran komunikasi anda dan menjadikan perbincangan tentang isu fiskal lebih berkesan dan bermakna.

Perbincangan Tentang Panduan Kewangan Memanfaatkan Kemahiran Bercakap Tentang Lepaskan Mengelakkan Kebimbangan

Anda dapat membuat keputusan yang lebih bijak dan meningkatkan prestasi syarikat, isu-isu fiskal mempengaruhi semua orang, dengan meningkatkan kesedaran, ketahui cara untuk mengukur impak perbincangan terhadap keputusan perniagaan, kami akan memberikan panduan untuk mengatasi cabaran ini, mengukur keberkesanan talk to pada fiskal Mengapa Perlu Peranan Dan Kesimpulan Artikel Ini Memanfaatkan Tentang Mereka topik.

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 08 Nov 2026 07:30 WIB
Dikutip dari RTI, Senin (18/5/2026), IHSG pada penutupan turun sangat dalam hingga 124,07 poin ke level 6.599,24 atau melemah 1,85%. IHSG dibuka di level 6.628,97 dengan level tertinggi 6.631,28 dan terendah 6.398,78.
Ilustrasi.Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menghapus pencatatan saham (delisting) 18 emiten pada 10 November 2026. Meski begitu, sejumlah investor publik masih tertahan di saham-saham tersebut dan belum bisa melepas kepemilikannya alias nyangkut.

Delisting terhadap 18 saham tersebut dilakukan karena emiten berstatus pailit dan mengalami suspensi perdagangan lebih dari 50 bulan. Ketentuan ini mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-N, khususnya aturan III.1.3.1 dan III.1.3.2, yang mengatur kondisi perusahaan dengan kelangsungan usaha bermasalah tanpa indikasi pemulihan serta saham yang disuspensi selama 24 bulan terakhir.

Delisting dijadwalkan efektif pada 10 November 2026. Sebelumnya, BEI mewajibkan emiten terkait melakukan pembelian kembali saham (buyback) pada periode 11 Mei hingga 9 November 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun hingga saat ini, saham delisting ini belum melakukan buyback. Sebagaimana investor publik yang tercatat pada PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), berdasarkan data RTI Business kepemilikan publik masih tercatat sebanyak 8.158.734.000 unit atau setara 39,89%.

Berikut rincian saham calon delisting dengan kepemilikan investor publik:

Delisting terhadap perusahaan yang dinyatakan pailit:

ADVERTISEMENT

1. COWL - PT Cowell Development Tbk - 312.063.778 unit saham publik (6,41%)
2. MTRA - PT Mitra Pemuda Tbk - 169.995.800 unit saham publik (22,080%)
3. SRIL - PT Sri Rejeki Isman Tbk - 8.158.734.000 saham publik (39,89%)
4. TOYS - PT Sunindo Adipersada Tbk - 565.912.312 saham publik (39,43%)
5. SBAT - PT Sejahtera Bintang Abadi Textile Tbk - 2.448.771.079 unit saham publik (51,521%)
6. TDPM - PT Tianrong Chemicals Industry Tbk - 2.882.784.830 unit saham publik (27,49%)
7. TELE - PT Omni Inovasi Indonesia Tbk - 2.219.962.242 unit saham publik 30,36%.

Delisting perusahaan tercatat yang telah berada pada masa suspensi lebih dari 50 bulan:

1. LCGP - PT Eureka Prima Jakarta Tbk - 4.909.344.510 unit saham publik (87,3774%)
2. SUGI - PT Sugih Energy Tbk - 16.434.255.221 unit saham publik (66,23%)
3. MABA - PT Marga Abhinaya Abadi Tbk - 11.049.766.312 unit saham publik (71,92%)
4. LMAS - PT Limas Indonesia Makmur Tbk - 620.686.725 unit saham publik (78,78%)
5. SKYB - PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk - 229.606.900 unit saham publik (39,25%)
6. ENVY - PT Envy Technologies Indonesia Tbk - 1.560.140.900 unit saham publik (86,675%)
7. GOLL - PT Golden Plantation Tbk - 864.362.359 unit saham publik (23,58%)
8. PLAS - PT Polaris Investama Tbk - 999.940.500 unit saham publik (84,44%)
9. TRIL - PT Triwira Insanlestari Tbk - 336.366.260 unit saham publik (28,03%)
10. UNIT - PT Nusantara Inti Corpora Tbk - 30.919.675 unit saham publik (41%)
11. DUCK - PT Jaya Bersama Indo Tbk - 1.116.480.810 unit saham publik (86,9987%).

(ahi/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads