Menempuh pendidikan di tempat yang berkualitas dan mengembangkan diri terlihat sebagai impian tinggi yang sulit digapai untuk murid dari keluarga tidak mampu. Hal itu dulu juga dirasakan oleh Yumika, siswa Sekolah Rakyat (SR) Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar).
Di hadapan Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, Yumika pernah mengaku ia punya cita-cita menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI). Namun, hal itu sempat menjadi mimpi belaka lantaran keadaan.
Orang tua Yumika tidak bekerja, sang ibu mengalami sakit stroke, sehingga ayahnya tinggal di rumah untuk membantu perawatan. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari Yumika bekerja, menjadi asisten rumah tangga (ART) di sebuah komplek perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya saya tadinya sudah kerja Pak, jadi pembantu di komplek. Saya nyuci baju orang lain, bersih-bersih rumah, ngasuh anak kecil," ungkap Yumika kepada Gus Ipul dalam tayangan video di Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda di GOR Sudiang, Makassar, Sulsel, Rabu (28/10/2026) dikutip dari postingan YouTube Kemensos RI.
Mimpi Yumika untuk menjadi TNI mendapatkan jalan ketika pendamping program keluarga harapan (PKH) melakukan pendataan. Sekolah Rakyat hadir membuka jalan sehingga Yumika dapat menempuh pendidikan.
"Cuman sama pendamping PKH (Program Keluarga Harapan) disuruh sekolah, katanya ada sekolah rakyat," kata Yumika.
Mendengarnya, Gus Ipul sempat terdiam lalu memberikan apresiasi. Ia menyatakan ini adalah tujuan Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
"Dengan program ini, kita menemukan orang-orang seperti Yumika yang selama ini tidak ada dalam data, selama ini tidak ada dalam angka, selama ini belum terbawa oleh proses pembangunan. Ini yang oleh Bapak Presiden disebut sebagai anak-anak yang the invisible people," kata Gus Ipul.
Gus Ipul mengatakan ia bangga dengan Yumika lantaran berani menceritakan kondisinya. Baginya, ini adalah visi Sekolah Rakyat yang membuat setiap anak-anak Indonesia bisa percaya diri menatap masa depan.
"Inilah the invisible people yang menjadi target dari Sekolah Rakyat, istimewa dan saya bangga sama kamu. Kamu tidak malu menceritakan kondisi orang tuamu, kondisi keluargamu, dan kamu tidak malu juga cerita bahwa kamu sudah pernah kerja dan kamu berdiri di atas panggung itu dengan penuh percaya diri menatap masa depan. Itulah Sekolah Rakyat," sambungnya.
Punya Bakat Menyanyi, Dikenalkan ke Wamen Giring
Setelah satu tahun bersekolah di SR, Yumika diketahui punya bakat menyanyi dan suara merdu. Dalam Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat, Kemensos mengundang Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha.
Gus Ipul memanggil Yumika dan memintanya menunjukkan bakat menyanyi sinden kepada Wamen Giring. Ia berharap kesempatan ini bisa membuka pintu yang lebih luas bagi Yumika.
"Yumika, kamu kan punya kemampuan yang bisa ditunjukkan ke depan Pak Giring. Siapa tau kamu bisa masuk dapur rekaman juga. Makanya saya undang (Wamen Giring), supaya didengar. Siapa tau kamu diajak Mas Giring," ujar Gus Ipul.
Setelahnya, Yumika unjuk bakat di panggung megah peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat dengan sindennya. Terlihat Wamen Giring mendengarkan secara antusias dan terkagum.
Usai Yumika bernyanyi, Gus Ipul kembali bertanya berapa nilai Wamen Giring pada kemampuan muridnya. Wamen Giring memberikan nilai 100.
"Kalau ini 1 sampai 10 berapa kira-kira Pak Giring?," tanya Mensos.
"100," jawab Wamen Giring.
Mendapat jawaban itu, Gus Ipul bergurau agar kemampuan menyanyi Yumika bisa dilatih lebih lanjut olehnya. Ia juga bangga dengan kemampuan Yumika yang luar biasa.
"Bagus, suaramu lumayan. Nanti tak latih langsung," gurau Mensos.
"Terima kasih ya Yumika, kamu telah punya kemampuan yang luar biasa," sambung Mensos kepada Yumika.






























































