Marc Marquez disebut punya kecerdikan di atas rata-rata pebalap MotoGP lainnya. Bahkan, dia dinilai bisa mengalahkan lawan lewat strategi tanpa harus memaksakan diri saat balapan.
Penilaian itu disampaikan mantan pebalap MotoGP, Marco Melandri, saat membahas balapan Sprint MotoGP Australia di Phillip Island. Dalam balapan tersebut, Marquez terlibat duel sengit dengan Jorge Martin yang berakhir dengan kecelakaan pebalap Aprilia itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari siniar Chiacchiere da Box, Melandri menilai kecelakaan Martin bukan sekadar insiden biasa. Menurutnya, Marquez mampu memberikan tekanan lewat pengaturan kecepatan dan penggunaan ban hingga membuat rivalnya melakukan kesalahan.
"Marquez lebih pintar bahkan saat tidur dibandingkan kita semua saat sedang berpikir," ujar Melandri, dikutip Rabu (28/10).
Marc Marquez diklaim punya kecerdesan di atas rata-rata. Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto |
Melandri menilai Marquez memahami bagaimana mengatur ritme balapan untuk memancing lawan mengambil risiko. Martin disebut terpancing untuk terus memacu motor demi berusaha menyalip Marquez.
"Dia tahu rivalnya pada akhirnya akan membuat kesalahan karena berusaha memaksakan diri hingga batas maksimal untuk menyalipnya," ujar Melandri.
Di sisi lain, Melandri juga menyoroti gaya balap Martin yang agresif. Dia menggambarkan Martin seperti binatang buas di atas motor karena selalu berusaha tampil maksimal.
Gaya tersebut dinilai efektif ketika kondisi balapan ideal. Namun, situasi bisa berbeda ketika pebalap menghadapi faktor eksternal, seperti embusan angin kencang di Phillip Island.
Menurut Melandri, gaya balap Martin yang sangat agresif membuatnya berisiko kehilangan kendali atas roda motor pada momen krusial.
Insiden itu pun menjadi gambaran bagaimana duel di MotoGP tak hanya ditentukan kecepatan. Kemampuan membaca situasi, mengelola ban, dan menjaga tekanan terhadap lawan juga bisa menjadi pembeda di lintasan.























































