Machu Picchu, situs peninggalan peradaban Inca abad ke-15 di Peru, kini menerapkan sistem pembelian tiket baru. Reservasi tiket hangus dalam waktu 15 menit.
Kebijakan ini diperkenalkan Kementerian Kebudayaan Peru untuk meningkatkan transparansi penjualan tiket dan memudahkan masyarakat mengetahui ketersediaan kunjungan. Machu Picchu sendiri merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO sekaligus salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Baru yang menarik wisatawan dari berbagai negara.
Melalui sistem baru tersebut, wisatawan tidak lagi dapat menahan tiket melalui reservasi sementara selama tiga jam seperti sebelumnya. Pembelian dilakukan langsung melalui situs resmi Tu Boleto, seperti dilaporkan oleh Euronews pada Senin (26/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika pembayaran tidak selesai dalam 15 menit, tiket akan otomatis dilepas kembali agar dapat dibeli wisatawan lain. Kebijakan ini masih dalam tahap uji coba selama 30 hari, sehingga batas waktu pembayaran dapat diperpanjang atau dipersingkat berdasarkan hasil evaluasi.
Aturan baru tersebut juga mewajibkan tiket diterbitkan atas nama pengunjung sesuai identitas yang digunakan saat membeli. Wisatawan perlu memastikan data pada tiket cocok dengan dokumen identitas atau paspor yang akan dibawa ketika memasuki situs.
Sistem Tu Boleto terhubung dengan sejumlah basis data pemerintah Peru untuk mendukung verifikasi identitas dan pengelolaan kunjungan. Pengunjung disarankan menyiapkan data diri dan metode pembayaran sebelum memulai transaksi agar tidak kehabisan waktu.
Meski cara pembelian berubah, batas jumlah pengunjung harian Machu Picchu tidak mengalami perubahan. Kementerian Kebudayaan Peru menetapkan kapasitas hingga 5.600 orang per hari pada musim ramai dan 4.500 orang pada musim reguler atau sepi.
Sementara itu, jaringan Jalur Inca yang menjadi salah satu akses trekking menuju situs tersebut dibatasi hingga 750 pengunjung per hari. Pembatasan ini bertujuan melindungi peninggalan arkeologi dari kerusakan akibat tingginya lalu lintas wisatawan.
Tingginya minat wisatawan terlihat dari jumlah kunjungan tahunan. Pada 2024, Machu Picchu menerima sekitar 1,51 juta pengunjung, menurut data yang dihimpun Observatorium Nasional Prospektif Peru dari statistik pariwisata pemerintah. Pada September 2025, Kementerian Kebudayaan Peru memperkirakan jumlah pengunjung sepanjang tahun itu akan melampaui 1,5 juta, mendekati atau menyamai rekor sebelum pandemi pada 2019.
Bagi wisatawan yang tidak mendapatkan tiket secara daring, tersedia pula penjualan langsung sebanyak 1.000 tiket per hari di Machu Picchu Pueblo, yang juga dikenal sebagai Aguas Calientes. Tiket tersebut dapat digunakan untuk kunjungan pada hari berikutnya, sesuai ketentuan penjualan dan ketersediaan.
Namun, calon pengunjung perlu memperhitungkan antrean dan tingginya permintaan, terutama saat musim ramai. Kapasitas harian tetap dibatasi, artinya perubahan sistem pembelian tidak berarti semua wisatawan akan otomatis memperoleh tiket.


























































