Berhenti minum kopi setelah jam 2 siang ternyata dapat memengaruhi otak, tidur, energi, dan mood. Perubahannya bisa terasa signifikan!
Banyak yang mengandalkan kopi sebagai 'teman' minuman untuk beraktivitas. Bagi sebagian orang, belum konsumsi kopi rasanya kurang lengkap untuk menjalani hari.
Kopi mengandung kafein yang memang terbukti dapat meningkatkan fokus dan mendorong produksi energi. Namun, walaupun bermanfaat, konsumsi kopi juga ada aturannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Waktu minum kopi yang salah dapat memengaruhi kualitas tidur dan istirahat saat malam hari. Para ahli banyak menyarankan untuk berhenti minum kopi setelah jam 2 siang untuk mendapatkan efek positifnya.
Dilansir dari Real Simple (27/10/2026), berikut efek berhenti minum kopi sore hari:
Berhenti konsumsi kopi di atas jam 2 siang akanmembuat otak menyesuaikan kembali fungsinya. Foto: Instagram |
1. Otak Menyesuaikan Fungsi
Kafein menghambat adenosin, zat yang memberi sinyal tubuh untuk beristirahat. Akibatnya, rasa kantuk tertahan dan otak tetap waspada.
Menurut Sabrina Ritchie, praktisi perawat psikiatri dan penulis buku Restoring Calm, kafein membuat sinyal istirahat tersebut menjadi lebih samar.
Saat konsumsi kopi setelah pukul 2 siang dihentikan, otak perlu beradaptasi. Rasa kantuk, sakit kepala, dan mudah kesal bisa muncul sementara.
2. Tidur Bisa Lebih Cepat
Mengurangi kopi sore dapat membantu tubuh lebih cepat mengantuk. Waktu tidur juga berpotensi menjadi lebih panjang.
Chelsie Rohrscheib, ahli saraf dan pakar tidur, mengatakan perbaikan tidur bisa mulai terlihat dalam satu hingga dua minggu. Tubuh juga dapat terasa lebih rileks menjelang tidur.
Kafein memiliki waktu paruh yang cukup panjang. Hal itu yang menjadi alasan kopi sore masih bisa memengaruhi tidur beberapa jam kemudian.
3. Tidur Lebih Pulas
Menghindari kafein sore memberi kesempatan otak untuk beristirahat lebih optimal. Tidur yang cukup penting untuk membantu proses pemulihan tubuh.
Ritchie menyebut penelitian menunjukkan kafein dapat membuat aktivitas otak saat tidur non-REM lebih kompleks.
Ketika efek kafein berkurang, tidur non-REM bisa menjadi lebih optimal. Tubuh pun berpotensi terasa lebih segar saat bangun.
Salah satu efek signifikan yang bisa dirasakan ialah perubahan mood yang lebih stabil. Foto: Getty Images/Farknot_Architect |
4. Mood Lebih Stabil
Perubahan positif tidak hanya berkaitan dengan tidur. Setelah beberapa minggu, energi dan suasana hati bisa terasa lebih stabil.
Ritchie mengatakan berkurangnya stimulasi sore dapat membantu ritme sirkadian. Kondisi ini juga berkaitan dengan suasana hati dan fokus.
Sebagian orang juga bisa lebih jarang terbangun pada malam hari. Ketergantungan pada kopi untuk merasa bugar pun dapat berkurang.
5. Waktu Terbaik Minum Kopi
Bukan berarti kopi harus dihindari sepenuhnya setelah bangun. Rohrscheib menyebut sekitar satu jam setelah bangun sebagai waktu yang ideal.
Kopi juga bisa diminum sekitar pukul 12.00-14.00. Waktu terakhir minum kopi juga perlu disesuaikan dengan jam tidur.
Para ahli menyarankan kopi terakhir diminum setidaknya enam jam sebelum tidur. Jika mengalami gangguan tidur, jaraknya bisa diperpanjang menjadi delapan jam.
Simak Video "Video: Saat Kopi Jadi Tren, Masih Adakah Masa Depan Teh Jawa Barat?"
[Gambas:Video 20detik](dfl/adr)




























































KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN