Aktivitas jeep wisata di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis, Bantul, akan diarahkan keluar dari zona inti. Pemerintah Kabupaten Bantul menyiapkan jalur alternatif di sisi barat kawasan sebagai bagian dari upaya menjaga bentang alam gumuk pasir barchan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Saryadi mengatakan pembukaan jalur alternatif telah mulai dilakukan bersama para pelaku wisata. Jalur tersebut saat ini masih dalam tahap pembersihan dan pemetaan sebelum nantinya digunakan sebagai lintasan jeep.
"Kita sudah beberapa kali diskusi dengan teman-teman perwakilan pelaku jeep Gumuk Pasir untuk pengalihan rute, yakni keluar dari zona inti, pindah di zona penyangga bagian barat," kata Saryadi di Bantul, Minggu (25/10/2026), dikutip dari Antara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah persiapan lapangan rampung, hasilnya akan dilaporkan kepada pemerintah kabupaten untuk mendapatkan keputusan mengenai pelaksanaan pemindahan rute. Saryadi berharap perubahan jalur dapat mulai diterapkan pada akhir Oktober atau awal November.
Menurut dia, pengalihan lintasan bukan sekadar perubahan jalur wisata, tetapi bagian dari restorasi kawasan. Kendaraan jeep yang melintas berulang kali di atas gumuk pasir dinilai dapat mengubah bentuk alami bentang pasir tersebut.
"Dilintasi jeep, digilas ban, jadi rusak itu morfologinya," kata dia.
Gumuk pasir barchan memiliki karakter bentang alam yang khas dan terbentuk melalui proses alam. Karena itu, zona inti perlu dikurangi dari aktivitas kendaraan agar proses alami kawasan tetap dapat berlangsung.
Dalam skema restorasi, Dinas Pariwisata Bantul menangani pengalihan rute jeep. Sementara itu, sejumlah organisasi perangkat daerah lain menjalankan tugas masing-masing untuk mendukung pemulihan kawasan.
Saryadi menyebut Satpol PP secara bertahap melakukan pencabutan vegetasi yang tumbuh di zona inti, sedangkan Dinas Lingkungan Hidup memasang penanda batas kawasan inti.
Di sisi lain, pemerintah daerah belum dapat memastikan apakah perpindahan lintasan akan berdampak terhadap jumlah wisatawan. Saryadi optimistis daya tarik wisata tetap terjaga karena jalur baru dinilai memiliki tantangan yang tidak kalah dibandingkan rute sebelumnya.
"Saya belum tahu, tapi kalau harusnya enggak (berkurang) karena rute baru yang kita buat itu juga tidak kalah menantang dan menarik daripada rute lama," ujar dia.
Rencana tersebut juga telah dibahas bersama para pelaku wisata jeep. Mereka turut mencari jalur alternatif yang dapat digunakan setelah memperoleh persetujuan pemerintah kabupaten.
Jumlah armada yang terlibat dalam aktivitas wisata jeep di kawasan Gumuk Pasir disebut cukup besar. Menurut Saryadi, terdapat lebih dari 200 unit jeep dalam kelompok Jeep Gumuk Pasir, belum termasuk kelompok jeep yang beroperasi di kawasan Pantai Parangtritis.
"Kita sudah beberapa kali diskusi dengan teman-teman perwakilan pelaku jeep Gumuk Pasir untuk pengalihan rute," kata dia.


























































