Warga di Botodayaan, Rongkop, Gunungkidul, terkejut mendapati hewan ternaknya mati mengenaskan. Polisi mengungkap detik-detik warga menemukan ternaknya diduga diserang anjing liar.
Kasi Humas Polres Gunungkidul, Iptu Tukiran, mengungkapkan ada delapan kambing yang mati dalam kondisi tercabik-cabik. Tiga kambing dipunyai Ngatijan (54), warga Jati, yang kandangnya berada di Alas Plelet.
Kemudian tiga kambing lainnya dipelihara Lartowiyono (68) di Alas Plonjoro, Condong. Sementara dua ekor sisanya adalah kepunyaan Gina (67), warga Botolor, yang memelihara ternaknya di Alas Ndilem.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Delapan ekor kambing yang mati ditemukan di tiga titik lokasi yang berbeda. Nah, saat ditemukan, kambing-kambing itu berada di kandang dengan kondisi tercabik-cabik," ujarnya saat dihubungi detikJogja, Kamis (5/11/2026).
Detik-detik Temuan Ternak Mati Mengenaskan
Tukiran melanjutkan, awalnya Ngatijan berangkat ke Alas Plelet pada Kamis pagi sekitar pukul 06.30 WIB untuk memberi makan kambing-kambingnya yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah. Sampai di kandang, Ngatijan terkejut lantaran menemukan kambingnya dalam kondisi mati mengenaskan.
"Sampai di kandang, pemilik (Ngatijan) terkejut karena melihat tiga ekor kambingnya mati dengan kondisi mengenaskan," ucapnya.
Ngatijan kemudian menerima kabar dari Lartowiyono dan Gina, bahwa kambing mereka juga dicabik-cabik. Tukiran menjelaskan, pada kambing itu ditemukan luka gigitan.
"Jadi delapan kambing yang mati mengalami luka gigitan di bagian Leher, perut dan kaki bagian belakang," katanya.
Ketiganya lantas melapor ke Pamong Kalurahan Botodayaan. Laporan tersebut ditindaklanjuti, dengan petugas dari Puskeswan Rongkop mendatangi lokasi.
"Jarak kandang sekira 500 meter dari permukiman warga. Kemungkinan karena tidak adanya lampu penerangan dan penjagaan dari pemilik membuat anjing liar yang saat musim kemarau panjang susah air memangsa ternak di ladang," ujarnya.
Bhabinkamtibmas pun langsung memberikan penyuluhan kepada warga yang kandang ternaknya di ladang agar membawa pulang ke rumah.
"Jadi ternak yang saat ini masih berada dikandang/ladang sudah diminta dibawa pulang ke rumah untuk mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi," ucapnya.

































































