Detikers punya mobil listrik dan berniat untuk memodifikasi bagian audio? Jangan gegabah, beda sistem kelistrikan mobil listrik dengan mobil bensin membuat modifikasi jadi berbeda. Salah melakukan modifikasi, musibah seperti mobil terbakar bisa saja terjadi.
Menurut Manager RnD Venom Audi Indonesia, Hardy Halim, sistem kelistrikan mobil listrik jauh lebih sensitif dibandingkan dengan mobil konvensional bermesin bensin (ICE). Untuk itu metode Plug and Play (PnP) menjadi solusi paling aman untuk menjaga performa kelistrikan dan garansi pabrik mobil Listrik.
"Melakukan upgrade audio standar bawaan pabrik tentu memberikan kepuasan tersendiri dalam berkendara. Namun, jika tidak dilakukan dengan hati-hati, modifikasi ini dapat membawa dampak signifikan pada EV," ujar Halim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dirinya, memodifikasi audio pada mobil listrik akan membebani Baterai Aux (12V).
"Berbeda dengan motor penggerak yang menggunakan baterai traksi tegangan tinggi (high-voltage), sistem hiburan dan audio EV ditenagai oleh baterai tambahan 12V (seperti aki pada umumnya). Komponen audio berdaya besar seperti amplifier tambahan atau subwoofer pasif dapat menguras baterai 12V ini dengan cepat, yang berpotensi memicu galat (error) sistem elektronik mobil," katanya.
"Selain itu risiko hangusnya garansi resmi, produsen EV memiliki regulasi yang sangat ketat mengenai manipulasi kabel. Memotong, mengupas, atau mencabangkan (splicing) kabel bawaan asli dapat langsung membatalkan garansi sistem kelistrikan menyeluruh. Dan memodifikasi pada sistem audio memiliki potensi Gangguan Elektromagnetik (EMI). Mobil listrik dipenuhi oleh modul komputer dan sensor sensitif. Pemasangan kabel audio yang sembarangan bisa memicu interferensi gelombang elektromagnetik, yang dapat mengganggu sistem komunikasi antar-komputer mobil (CAN bus)," kata Halim.
Sistem soket-ke-soket dari Venom menjamin 100% tidak ada kabel asli mobil yang dipotong atau dikupas, sehingga garansi resmi pabrik tetap terjaga sepenuhnya. Foto: dok. Venom |
Untuk itu, lanjut Halim, untuk meminimalkan semua risiko, metode Plug and Play (PnP) atau sistem soket-to-soket hadir sebagai standar baru dalam dunia modifikasi audio EV seperti yang ditawarkan Venom.
Seperti Venom Exodus, kata Halim, dengan metode 100% Plug and Play (PnP) memang dirancang khusus untuk berbagai tipe mobil listrik. Sistem soket-ke-soket dari Venom menjamin 100% tidak ada kabel asli mobil yang dipotong atau dikupas, sehingga garansi resmi pabrik tetap terjaga sepenuhnya.
Berikut aspek keamanan metode Plug and Play (PnP):
1. Keutuhan Kabel Asli : Menggunakan soket oem khusus yang langsung klop dengan soket bawaan pabrik
2. Status Garansi aman : Garansi aman karena tidak ada kabel asli yang dipotong, ataupun dikupas
3. Konsumsi Daya Menggunakan Digital Signal Processor (DSP) Amp berteknologi tinggi yang hemat daya.
4. Reversibilitas Sangat mudah dicopot dan dikembalikan ke kondisi standar 100% (reversible).























































