Tesla Cybertruck batal masuk Australia dan Selandia Baru. Tesla bakal segera mengembalikan uang konsumen yang sudah terlanjur memesan sejak tujuh tahun lalu.
Tesla sudah membuka pemesanan Cybertruck untuk pasar Australia dan Selandia Baru tujuh tahun silam. Bagi yang tertarik, sudah bisa membayarkan uang muka sebesar AUD 150 untuk mengamankan alokasi unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau dikonversi ke rupiah dengan nilai tukar saat ini, uang muka tersebut sekitar Rp 1,9 jutaan. Sayangnya, meski pemesanan sudah dibuka sejak November 2019 saat truk pick up listrik itu pertama kali dikenalkan sebagai prototipe, peluncuran mobil itu harus dibatalkan.
"Setelah pertimbangan yang matang, rencana untuk memproduksi Cybertruck di Australia dan Selandia Baru dihentikan. Akibatnya, kami tidak dapat memenuhi pemesanan Anda dan pemesanan tersebut akan dibatalkan," demikian tulis Tesla dalam surat yang tersebar luas di media sosial seperti dilansir Paultan.
Meski begitu, Tesla bakal bertanggung jawab penuh mengembalikan uang muka yang sudah disetorkan oleh para calon pembeli.
"Kami menyadari bahwa ini mungkin merupakan berita yang mengecewakan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan," begitu bunyi informasi yang tertera di surat.
Sebagai bentuk kompensasi, Tesla Australia mengatakan bahwa mereka memberikan penawaran berupa langganan Full Self-Driving gratis selama satu tahun jika memesan Model 3 atau Model Y. Saat ini situs resmi Tesla Australia tak lagi menyertakan Cybertruck dan Roadster sebagai salah satu model yang dijual di sana.
Untuk diketahui, Cybertruck hanya diproduksi untuk negara setir kiri dan hingga saat ini tak dijual di negara setir kanan. Melihat situasi tersebut, tampaknya peluang Tesla untuk negara setir kanan kian tertutup.






















































