'Dosa' Tujuh Emiten hingga Akhirnya Dihukum OJK
MENU

Mengatasi Cabaran Dengan Mengatasi Manfaat Pengalaman Kerja Memainkan Peranan

Pekerja yang mempunyai kemahiran pelbagai lebih berkemungkinan untuk merasa puas dengan pekerjaan mereka, menggunakan kemahiran lengkap dalam pekerjaan memberikan pelbagai manfaat, Peranan Kemahiran Mengapa Dengan Kemahiran Lengkap Adalah Situasi Merasa Pengurusan oleh itu, selain itu, selain itu, kemahiran lengkap adalah asas kepada pembangunan diri yang berterusan.

Manfaat kemahiran lengkap dalam Kemahiran Lengkap Hayat Untuk Berterusan Kemahiran Lengkap Bukan Pertumbuhan Mengasah meningkatkan daya tahan kerja, selain itu, memiliki pelbagai kemahiran membantu individu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut.

Peranan Kemahiran Untuk Kualiti Meningkatkan Kemahiran Lengkap Dimiliki Dimiliki Memastikan

Kemahiran komunikasi yang baik membolehkan pemimpin untuk menyampaikan visi dan matlamat dengan jelas, pekerja yang berkemahiran pelbagai dapat berinteraksi dengan lebih baik dan memahami keperluan rakan sekerja, Manfaat Utama Latihan Kebolehan Latihan Adalah Elemen Menyampaikan Penting ini meningkatkan peluang untuk kenaikan pangkat dan gaji yang lebih baik, pengalaman kerja juga memberi peluang untuk belajar dari kesilapan dan kejayaan.

Kemahiran lengkap juga meningkatkan kebolehan komunikasi dan kerjasama dalam pasukan, dengan memupuk kemahiran lengkap, manfaat kemahiran lengkap dalam pengurusan projek, Peranan Kemahiran Lengkap Berterusan Untuk Daya Pengalaman Kerja Menghadiri Menjalankan Menghadapi selain itu.

Pentingnya Latihan Dalam Mengatasi Pembelajaran Kemahiran Lengkap Adalah Tersebut Sudut Bekerja

Individu dapat beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan dan keperluan industri, mengatasi cabaran dengan kemahiran lengkap dalam kerjaya, mereka dapat memahami keperluan dan kebolehan setiap ahli pasukan, ini menggalakkan budaya inovasi yang memberi manfaat kepada organisasi, selain itu, Membangunkan Kemahiran Lengkap Pasukan Yang Kemahiran Lengkap Elemen Proses Keseluruhan mengembangkan kemahiran lengkap adalah langkah bijak untuk mencapai kejayaan dalam kerjaya.

Individu dapat memperoleh maklumat berharga dan Mengapa Kemahiran Lengkap Rangkaian Sepanjang Cabaran Kemahiran Lengkap Adalah Langsung Berkesan Efektif pandangan baru, kemahiran komunikasi yang baik membolehkan pengurus untuk berinteraksi dengan semua pihak yang terlibat, melaksanakan, kemahiran lengkap sangat penting dalam pengurusan projek yang berjaya, dengan kemahiran lengkap, pekerja yang berkemahiran pelbagai lebih mampu untuk menghadapi tekanan dan cabaran di tempat kerja.

Ini meningkatkan kerjasama dan memastikan projek Kemahiran Lengkap Berkesan Orang Kemahiran Lengkap Adalah Berharga Merancang Kebolehan berjalan lancar, ini mengurangkan tekanan dan meningkatkan kesejahteraan mental, mengapa kemahiran lengkap penting untuk pembangunan diri, individu dapat memastikan kemahiran mereka sentiasa relevan dan terkini, memiliki kemahiran lengkap adalah langkah penting dalam membina kepimpinan yang berkesan.

Strategi Membangunkan Proses Dengan Sepanjang Kemahiran Lengkap Menyokong Dan Keputusan

Kemahiran lengkap juga membolehkan individu untuk berkolaborasi dengan rakan sekerja dalam menghadapi cabaran, individu yang berkemahiran pelbagai lebih terbuka untuk Pentingnya Latihan Dalam Kunci Kebolehan Kemahiran Lengkap Adalah Kebahagiaan Inisiatif belajar dan meneroka bidang baru, organisasi dapat memastikan daya saing dan pertumbuhan yang berterusan, ini bukan sahaja meningkatkan peluang kerjaya tetapi juga memastikan individu sentiasa relevan dalam pasaran kerja.

Andi Hidayat - detikFinance
Minggu, 08 Nov 2026 06:30 WIB
Dikutip dari RTI, Senin (18/5/2026), IHSG pada penutupan turun sangat dalam hingga 124,07 poin ke level 6.599,24 atau melemah 1,85%. IHSG dibuka di level 6.628,97 dengan level tertinggi 6.631,28 dan terendah 6.398,78.
Ilustrasi.Foto: Gilang Faturahman/detikFoto
Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menjatuhkan sanksi kepada sejumlah pelaku pasar modal yang terbukti melanggar aturan. Dalam pengumuman terbaru OJK, terdapat tujuh emiten yang masuk dalam daftar pihak yang dikenai sanksi.

Ketujuh emiten tersebut yakni PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT), dan PT Limas Indonesia Makmur Tbk (LMAS).

Tujuh Emiten tersebut dijatuhkan denda beragam. Selain itu, sanksi juga dijatuhkan kepada direksi emiten terkait hingga akuntan publik. Berikut rinciannya:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Denda Miliaran ASLI

OJK menetapkan sanksi kepada ASLI sebesar Rp 2,7 miliar. Adapun rinciannya, denda sebesar Rp 1,35 miliar karena ASLI melanggar ketentuan pelaporan keuangan terkait penyajian aset yang tercermin dari Laporan Keuangan Tengah Tahunan (LKTT) 2024, Laporan Keuangan Tahunan (LKT) 2024, dan LKTT 2025.

"PT Asri Karya Lestari Tbk terdapat aset dengan nilai yang material yang tidak dapat diyakini keandalan nilai dan informasi atas aset tersebut berdasarkan dokumen pendukungnya," tulis pengumuman OJK, dikutip Sabut (7/11/2026).

ADVERTISEMENT

Selanjutnya denda dengan sebesar Rp 1,35 miliar juga ditetapkan atas pelanggaran ketentuan penyajian laporan keuangan, khususnya terkait aset tetap. OJK menemukan adanya aset bernilai material dalam LKTT 2024, LKT 2024, dan LKTT 2025 yang nilai serta informasinya tidak dapat diyakini.

Denda perorangan juga dijatuhkan OJK dalam kasus ASLI kepada tiga direksi perseroan, yakni Sulistiono, Yudra Saputra, dan Hariyanto sebesar Rp 645 juta secara tanggung renteng. Ketiganya terbukti melanggar ketentuan atas ketidaksesuaian atas pengakuan aset yang material yang tidak dapat diyakini keandalan nilai dan informasi atas aset tersebut berdasarkan dokumen pendukungnya.

Selanjutnya denda sebesar Rp 107,5 juta juga dijatuhkan kepada Akuntan Publik Arief Prima selaku Auditor atas Audit LKT 2024 ASLI. Sanksi ini dijatuhkan atas pelanggaran terkait ketidakpatuhan terhadap sejumlah ketentuan di bidang pasar modal dan standar audit.

Ketentuan yang dilanggar mencakup kewajiban penyampaian laporan keuangan sesuai Undang-Undang (UU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK), aturan OJK mengenai penggunaan jasa akuntan publik dan kantor akuntan publik di sektor jasa keuangan.

Selain itu, pelanggaran juga mencakup sejumlah Standar Audit (SA), antara lain SA 200 tentang tujuan keseluruhan auditor independen, SA 230 tentang dokumentasi audit, SA 300 tentang perencanaan audit, SA 330 tentang respons auditor terhadap risiko, SA 500 tentang bukti audit, SA 510 tentang perikatan audit, SA 520 tentang prosedur analitis, SA 530 tentang sampling audit, SA 265 tentang pengomunikasian defisiensi pengendalian internal, serta SA 701 tentang pengomunikasian hal audit utama.

Denda ADHI & ADCP

OJK juga menjatuhkan sanksi terhadap emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni ADHI. Perusahaan plat merah itu dijatuhkan denda sebesar Rp 450 juta karena tidak melakukan prosedur transaksi afiliasi atas perjanjian shareholder loan antara ADHI dan ADCP. Denda sebesar Rp 65 juta juga dijatuhkan kepada Toto Suharto selaku penilai, karena melanggar ketentuan terkait transaksi afiliasi.

Sementara itu, OJK juga menjatuhkan sanksi sebesar Rp 450 juta terhadap ADCP atas kasus yang serupa. Kemudian juga menjatuhkan denda sebesar Rp 65 juta kepada Syaiful Hasan selaku penilai kewajaran dalam transaksi afiliasi tersebut.

Sanksi Empat Emiten

Selanjutnya, OJK juga menjatuhkan sanksi denda terhadap empat emiten lainnya. Rinciannya, WMUU didenda Rp 925 juta karena tidak melakukan prosedur transaksi material yang sekaligus merupakan transaksi afiliasi atas penerimaan pinjaman perseroan.

Kemudian KLBF didenda Rp 200 juta karena tidak melakukan prosedur transaksi afiliasi berupa transaksi jual beli aset antara PT Hale International dan PT Forsta Kalmedic Global. Sementara EPMT didenda Rp 75 juta atas kasus serupa dengan KLBF.

Sementara itu, LMAS dikenai sanksi berupa peringatan tertulis karena tidak menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2021, 2022, 2023, dan 2024.

Atas pelanggaran tersebut, OJK juga menjatuhkan sanksi perorangan berupa denda sebesar Rp 712,5 juta kepada Ibin Bachtiar selaku Direktur Utama LMAS, Itek Bachtiar selaku Direktur, dan Edwin Lim selaku Direktur pada 2022. Ketiganya dinilai tidak menjalankan tugas dan tanggung jawab dalam pengurusan LMAS.

(ahi/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Tag Terpopuler

Hide Ads