Produsen mobil China kini tengah membidik pasar Jepang dan Korea Selatan. Meski dulu punya reputasi buruk, nyatanya mobil listrik China bikin pabrikan Korsel putus asa.
Pabrikan China terus berekspansi ke berbagai belahan dunia. Setelah mengalami ekspansi yang cukup pesat di Benua Biru, kini produsen mobil China kini menargetkan Korea Selatan dan Jepang, dua negara dengan industri otomotif yang sudah mapan. Strateginya masih sama, membanderol harga mobil terjangkau tapi dijejali fitur-fitur unggulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Korea Selatan, strategi tersebut mulai membuahkan hasil meski masih banyak yang skeptis. Kim Min-seon baru saja membeli mobil China BYD pada Juli tahun ini. Setelah dia membeli mobil itu, dia dihujani banyak pertanyaan.
"Semua orang bereaksi seperti 'Kenapa kamu beli mobil buatan China? Apa kamu mau bunuh diri," urai warga Seoul itu dilansir Reuters.
Nggak heran memang kalau masih banyak yang skeptis akan mobil China. Beberapa tahun lalu, mobil China memang dihantui citra buruk, khususnya soal kualitas. Kim sebenarnya berencana untuk membeli Hyundai Casper EV. Namun dia harus menunggu lebih dari dua tahun untuk pengiriman unitnya. Hingga akhirnya Kim memutuskan untuk membeli BYD Dolphin yang harganya terjangkau dan unitnya tersedia. Lee Seong-dong juga membeli unit mobil serupa. Lee semula amat meragukan kualitas mobil China. Namun setelah menjajalnya, Lee justru berubah pikiran.
"Sejujurnya, saya juga tidak memiliki citra yang baik soal mobil-mobil China. Melihat mobil itu secara langsung dan mengendarainya telah mengubah pemikiran saya secara signifikan," tutur Lee yang diketahui meminang BYD Dolphin.
Seperempat mobil baru yang terjual di Korea Selatan tahun ini merupakan mobil listrik. Kehadiran produsen China itu tentu bisa menjadi opsi bagi warga yang hendak membeli mobil listrik dengan banderol lebih terjangkau. BYD tercatat menjual lebih dari 20.000 unit di Korea Selatan dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Total penjualan itu melampaui torehan gabungan Toyota dan Lexus, demikian menurut riset Carisyou.
BYD berhasil memanfaatkan meningkatnya minat masyarakat Korsel terhadap EV murah, kata Lee Jae-il, seorang analis senior di Eugene Investment and Securities. Ditambah lagi harga BBM melonjak hampir 10 persen sejak perang AS-Israel vs Iran. Di sisi lain, merek lokal Hyundai dan Kia justru fokus menggarap mobil listrik di kelas premium.
"Waktunya sangat tepat bagi BYD," ucap Lee.
Selain BYD, Zeekr juga mulai menerima pemesanan untuk SUV 7-X di Korsel pada Juni. Zeekr bahkan berencana membuka 14 showroom hingga akhir tahun ini. Chery juga diprediksi bakal merambah Jepang pada tahun 2027. Xpeng juga dikabarkan tengah mencari kandidat untuk mengembangkan jaringan ritelnya.
Situasi ini mulai bikin produsen mobil Korea cemas. Ketua Asosiasi Otomotif dan Mobilitas Korea telah menyerukan pemberian insentif pajak bagi mobil listrik buatan Korea. Para produsen mobil itu 'sangat putus asa' kata Lee.
Tapi situasi ini justru berbanding terbalik dengan di Jepang. Penetrasi mobil listrik China di Jepang masih cukup sulit. Ini lantaran tingkat adopsi kendaraan listrik di Jepang masih minim. Dari total penjualan, hanya sekitar 3 persen, demikian menurut data industri setempat. Adapun dari penjualan itu, merek non-Jepang hanya meraih pangsa pasar sekitar 6 persen di sektor penjualan mobil penumpang.
BYD yang mulai menjual mobil di Jepang pada tahun 2023 kini sudah memiliki lebih dari 75 dealer dan berencana untuk memperluasnya hingga 100 dealer. Selama sembilan bulan tahun ini, BYD setidaknya sudah menjual 4.000 unit mobil di Jepang. Pangsa pasarnya masih minim yakni sekitar 0,1 persen.
Pabrikan asal Shenzhen itu tak menyerah begitu saja. Buktinya, pada Juli 2026 BYD bahkan meluncurkan kei car listrik yang selama ini didominasi oleh perusahaan domestik. Hingga September, penjualan BYD Racco itu baru mencapai 650 unit. Kendati demikian, dari tahun ke tahun penjualan BYD justru terus mengalami peningkatan.
"Ini bukan soal pangsa pasar, ini soal pertumbuhannya," kata konsultan Alvarez & Marsal Marc Yamada.






















































