Wuling Air EV belum akan disuntik mati di Indonesia. Meski kini konsumen lebih banyak melirik model terbaru, Aira EV, mobil listrik mungil tersebut masih tetap diproduksi dan dijual di dalam negeri.
Hal tersebut disampaikan Ricky Christian selaku Direktur Pemasaran Wuling Motors. Kini, produksi Air EV mulai disesuaikan dengan permintaan konsumen di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Air EV-nya saat ini masih ada. Tapi memang kebanyakan konsumen lebih berminat ke Aira EV," ujar Ricky saat ditemui di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat (Jakpus), belum lama ini.
"Kita akan mengikuti bagaimana permintaan konsumen aja, sih. Jadi kalau permintaan sudah menurun, kita akan sesuaikan dengan stok produksi," tambahnya.
Wuling Rilis Aira ev Rakitan Lokal di GIIAS 2026 Foto: Wuling |
Dengan demikian, produksi kedua mobil listrik tersebut masih berjalan. Namun, Wuling lebih memprioritaskan Aira EV karena harus mengejar pesanan konsumen.
"Produksi saat ini masih jalan. Tapi kalau untuk produksi kita lebih fokuskan ke Aira EV karena kita mengejar supply untuk segera bisa men-delivery ke konsumen yang sudah melakukan pemesanan," ungkapnya.
Aira EV sendiri mendapat sambutan positif sejak dipasarkan di Indonesia. Hingga September 2026, mobil listrik itu sudah mengantongi lebih dari 5.000 pemesanan. Sekitar 2.500 unit di antaranya telah dikirim ke konsumen.
"Sekarang total pemesanan itu udah lebih dari 5 ribu unit (sampai September 2026), kemudian pengiriman ke konsumen sudah ada di angka 2.500-an unit lah," tuturnya.
Varian Long Range menjadi pilihan favorit konsumen dengan kontribusi sekitar 80 persen dari total pemesanan. Ricky juga menyebut harga Aira EV saat ini belum berubah. Meski begitu, Wuling masih akan memantau berbagai kemungkinan untuk tahun depan.
"Paling banyak tipe Long Range dengan dominasi 80 persenan lah. Harga masih sama, tapi tahun depan kita masih akan monitor," kata dia.























































