Produk pemanis alami Beeru Stevia tengah ramai diperbincangkan setelah muncul dugaan adanya kandungan pemanis buatan, yakni sukralosa dan neotam, yang tidak tercantum pada label kemasan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) saat ini sedang melakukan pengujian dan penelusuran untuk memastikan kandungan produk serta kesesuaiannya dengan ketentuan label kemasan yang berlaku.
Lantas, bagaimana jika sudah telanjur mengonsumsi Beeru Stevia setiap hari? Apakah kandungan pemanis buatan di dalamnya berbahaya bagi kesehatan?
Pemanis Buatan Aman Dikonsumsi
Dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa pemanis buatan seperti sukralosa dan neotam pada dasarnya aman dikonsumsi selama penggunaannya tidak melampaui batas asupan harian yang dapat diterima atau Acceptable Daily Intake (ADI).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenernya, sukralosa sama neotam itu aman-aman aja lho, bahkan udah lolos BPOM. Asalkan dikonsumsi sesuai dengan batas harian," jelas dr Yaze.
Hal tersebut sejalan dengan Peraturan BPOM Nomor 11 Tahun 2019 tentang Bahan Tambahan Pangan yang mengatur batas asupan harian setiap jenis pemanis. ADI merupakan perkiraan jumlah suatu bahan tambahan pangan yang dapat dikonsumsi setiap hari sepanjang hidup tanpa menimbulkan risiko kesehatan yang berarti.
Berdasarkan ketentuan yang dirujuk dalam evaluasi keamanan pemanis, ADI glikosida steviol adalah 4 mg per kilogram berat badan per hari, dihitung sebagai steviol. Sementara itu, ADI sukralosa sebesar 15 mg/kg berat badan per hari dan neotam sebesar 2 mg/kg berat badan per hari.
Besaran ADI tersebut perlu disesuaikan dengan berat badan masing-masing. Sebagai contoh, pada seseorang dengan berat badan 60 kg, batas ADI sukralosa adalah 900 mg per hari dan neotam 120 mg per hari. Untuk glikosida steviol, batasnya setara dengan 240 mg steviol per hari.
dr Yaze menilai jumlah pemanis yang digunakan dalam satu tetes produk pemanis meja (table-top sweetener) sangat kecil. Karena itu, menurutnya, tidak mungkin konsumsi pemanis alami atau buatan dalam sehari dapat melampaui angka ADI.
"Banyak kan? Jadi nggak mungkin deh bisa melebihi angka yang tadi," tutur dr Yaze.
Dengan demikian, konsumen yang sudah telanjur mengonsumsi produk tersebut tidak perlu langsung panik. Meski begitu, perlu diingat bahwa ADI dihitung dari total asupan dalam sehari, sehingga jumlah konsumsi dan kandungan pemanis dari berbagai sumber tetap perlu diperhitungkan.
Pemanis Alami dan Buatan Sama-sama Nol Kalori
Stevia dikenal sebagai pemanis alami yang tidak memberikan tambahan kalori. Hal ini berkaitan dengan kandungan glikosida steviol, yaitu senyawa pemanis yang berasal dari ekstrak tanaman Stevia rebaudiana.
dr Yaze menjelaskan, tubuh manusia tidak dapat mencerna glikosida steviol seperti halnya glukosa yang menjadi sumber energi. Karena itu, senyawa tersebut tidak memberikan energi yang berarti bagi tubuh dan tidak meningkatkan kadar glukosa darah secara langsung.
"Karena tubuh kita nggak bisa mencerna glikosida steviol dari stevia. Jadi, stevia tidak memberikan energi pada tubuh kita dan tidak meningkatkan glukosa darah," jelasnya.
Hal serupa juga berlaku pada sejumlah pemanis buatan yang diizinkan BPOM, termasuk sukralosa dan neotam. Keduanya tidak memiliki nilai kalori sehingga tidak memberikan tambahan energi yang berarti ketika digunakan sebagai pemanis.
Karakteristik tersebut membuat pemanis rendah atau tanpa kalori kerap digunakan sebagai alternatif gula, terutama bagi individu yang sedang mengatur asupan energi maupun kadar gula darah.
Kenapa Stevia Dicampur Pemanis Buatan?
dr Yaze mengatakan, pencampuran stevia dengan pemanis buatan seperti sukralosa dan neotam berkaitan dengan karakteristik rasa stevia. Jika digunakan dalam bentuk murni, stevia memiliki aftertaste atau sensasi rasa tertinggal yang cenderung pahit.
Kondisi tersebut membuat produsen kerap mengombinasikan stevia dengan pemanis lain untuk menghasilkan rasa manis yang lebih kuat dan mengurangi sensasi pahit setelah dikonsumsi.
"Kalau murni stevia, itu aftertaste-nya pahit. Makanya banyak yang dicampur sama sukralosa atau neotam, supaya sekali tetes langsung manis," jelas dr Yaze.
Ia menambahkan, stevia membutuhkan jumlah tetesan lebih banyak untuk menghasilkan tingkat kemanisan yang setara dengan sukralosa. Menurutnya, pencampuran tersebut juga dapat membantu menekan biaya produksi.
"Kalau cuma mengandalkan manisnya stevia, butuh sampai lima tetes dulu baru bisa menyaingi manisnya sukralosa. Jadi, sukralosa dan neotam ditambahkan untuk menekan biaya produksi," ungkapnya.
Simak Video "Video: Pemanis Pengganti Gula, Benarkah Lebih Sehat?"
Kfc2u Menyokong Sempurna Rasa Selesa Walaupun Kfc2u Berkualiti Pendidikan(mal/kna)

























































