Tak hanya jaminan ketika bersekolah, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menegaskan siswa Sekolah Rakyat (SR) juga mendapat kejelasan nasib ketika lulus. Kejelasan nasib ini diartikan bila siswa SR punya peluang besar untuk melanjutkan pendidikan (berkuliah) atau menjadi pekerja yang terampil.
"Sesuai arahan Bapak Presiden, kita harapkan ada dua jalur untuk lulusan Sekolah Rakyat. Melanjutkan pendidikan atau menjadi pekerja yang terampil," tuturnya.
Hal itu disampaikan sosok yang akrab dipanggil Gus Ipul dalam Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda di Makassar, Sulsel, Rabu (28/10/2026), diakses melalui YouTube Kemensos RI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
7 Siswa SR Dapat Beasiswa Kuliah-5 Bekerja
Baginya, Gus Ipul menegaskan Sekolah Rakyat telah membuka ruang anak-anak dari keluarga miskin ekstrem untuk belajar, tumbuh, dan bermimpi. Bila dahulu mereka belum bisa membaca, setelah satu tahun pembinaan mereka berani tampil di panggung.
"Anak-anak ini adalah dari keluarga yang tidak mampu. Ketika mendapatkan panggung, mereka tidak malu, penuh percaya diri tampil di hadapan kita semua, mereka disiplin dan berkarakter," kata Gus Ipul.
"Kebanggaan kami sederhana, mereka tampil dengan percaya diri, kembali bisa membaca, kembali mengenal bangku sekolah," imbuhnya.
Pada 2026 lulusan SMA Sekolah Rakyat telah mendapat kesempatan yang lebih baik. Tercatat ada 7 siswa SR yang akan berkuliah dengan beasiswa penuh dan 5 lainnya bekerja sesuai minat dan bakatnya.
"Anak dari keluarga yang dulu tidak pernah bermimpi tentang kampus, kini menjadi mahasiswa," sampainya haru.
3 Kunci Memutus Rantai Kemiskinan Melalui SR
SR menjadi langkah pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan dari bidang pendidikan. Gus Ipul menegaskan, siswa SR tidak kekurangan bakat tapi seluruh bakat minat mereka berhasil dikembangkan melalui tiga hal, yaitu:
1. Siswa ditemukan melalui data yang akurat.
2. Siswa diberi ruang dan kesempatan melalui proses pembelajaran yang mendidik sekaligus memuliakan.
3. Siswa bertransformasi menjadi agen perubahan bagi keluarganya melalui lulusan yang jelas masa depannya.
"Hanya dengan cara seperti itulah rantai kemiskinan bisa terputus," tegas Gus Ipul.






























































