Kuala Lumpur Internasional Airport (KLIA) mulai memperketat pengamanan dengan mengerahkan anjing pelacak K9 di sejumlah area. Ini cara KLIA memperketat keamanan dari penyelundupan narkotika.
Kebijakan ini mulai diterapkan sejak 26 Oktober 2026. Langkah ini menjadi bagian dari 17 upaya peningkatan keamanan yang disiapkan pengelola bandara, Malaysia Airports, untuk memperkuat deteksi barang terlarang dan mencegah penyelundupan, seperti dilaporkan oleh The Star pada Jumat (30/10/2026).
Kebijakan tersebut diumumkan di tengah sorotan terhadap sejumlah kasus narkotika lintas negara yang melibatkan orang-orang yang diketahui berangkat dari KLIA. Meski demikian, Malaysia Airports tidak menyatakan bahwa pengerahan K9 ini secara langsung dipicu oleh satu kasus tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unit anjing pelacak akan beroperasi di tiga area utama, yaitu aula keberangkatan, aula kedatangan, dan fasilitas penyortiran bagasi. Di area check-in, anjing-anjing tersebut membantu petugas mendeteksi barang terlarang sejak awal serta mengidentifikasi potensi ancaman pada penerbangan tertentu, seperti dilaporkan oleh situs resmi Malaysia Airports.
Di area pemeriksaan bea cukai, K9 akan membantu menemukan narkotika, barang selundupan, dan barang ilegal yang tidak dilaporkan. Sementara itu, di fasilitas penyortiran bagasi, pemeriksaan dilakukan terhadap koper terdaftar sebelum dimuat ke pesawat maupun ketika bagasi kedatangan dipindahkan menuju area pengambilan.
Direktur Pelaksana Malaysia Airports, Datuk Mohd Izani Ghani, mengatakan bahwa pengerahan K9 akan melengkapi sistem keamanan yang sudah berjalan. Menurutnya, kerja sama dengan Badan Pengendalian dan Perlindungan Perbatasan Malaysia, Kepolisian Kerajaan Malaysia, Departemen Bea Cukai Kerajaan Malaysia, dan unit K9 diharapkan memperkuat perlindungan terhadap penumpang, pengunjung, serta petugas bandara.
Adanya dukungan tersebut membuat personel Keamanan Penerbangan atau Aviation Security (AVSEC) dapat lebih berfokus pada tanggung jawab utama mereka dalam menjaga keselamatan pengguna dan fasilitas bandara.
Penerapan sistem baru ini juga akan melalui tahap uji coba. Malaysia Airports akan mengevaluasi lokasi patroli, menyempurnakan prosedur operasional standar, serta mengatur akses pawang dan anjing ke area terbatas.
Jadwal patroli juga akan disesuaikan agar tidak menghambat pergerakan penumpang, terutama pada jam sibuk. Pengelola menyebutkan bahwa area istirahat khusus telah disediakan agar anjing pelacak dapat beristirahat di sela-sela tugas. Pengerahan K9 tidak hanya ditujukan untuk memperketat pemeriksaan, tetapi juga untuk mengintegrasikan pengamanan tambahan ke dalam kegiatan bandara sehari-hari.


























































