Pasar sepeda motor di Indonesia sangat didominasi oleh segmen skuter matic. Menariknya TVS Motor Company optimistis pasar motor sport tidak akan kehilangan daya tariknya di masa depan.
Division Head Asean TVS Motor Company, Vishal Mehta, mengungkapkan karakter konsumen Indonesia memang cenderung menyukai kepraktisan motor matic untuk aktivitas harian. Namun, hal itu tidak menutup peluang bagi segmen motor sport untuk terus tumbuh.
"Jadi, di Indonesia, orang-orang pada umumnya lebih suka mengendarai motor matic (skuter)," ujar Vishal Mehta saat ditemui di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun kami percaya seiring dengan pertumbuhan Indonesia sebagai sebuah negara, akan semakin banyak pelanggan yang ingin mencoba hal-hal baru dan berbeda, bukan? Jadi, kategori sport akan terus berkembang. Kategori ini tidak akan redup," tegasnya.
Kebangkitan segmen sport dan hobby kini semakin terdorong dengan gempuran merek-merek pendatang baru dari pabrikan global yang terus memperluas portofolio mereka.
Nama-nama seperti QJ Motor, Keeway, hingga Benelli kini makin gencar menawarkan jajaran motor sport, cruiser, hingga adventure dengan berbagai inovasi fitur dan harga yang kompetitif. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa ceruk pasar non-matic di Indonesia memiliki potensi besar yang dilirik banyak produsen.
"Ke depannya, karena semakin banyak merek yang berdatangan. Anda bisa melihat di industri kendaraan roda dua semakin banyak merek yang masuk, kan?" kata Vishal.
TVS menilai ada beberapa faktor utama yang akan mendorong pertumbuhan segmen motor sport ke depan:
Seiring pertumbuhan ekonomi, masyarakat tidak hanya mencari motor sekadar alat transportasi harian, tetapi juga sebagai sarana hobi, ekspresi diri, dan gaya hidup.
Konsumen yang berawal dari pengguna skuter matic berpotensi naik kelas ke motor sport. Masuknya merek-merek baru Benelli, Keeway, menyajikan opsi yang makin bervariasi bagi konsumen-mulai dari gaya sport fairing, naked bike, hingga cruiser. TVS meyakini hal ini akan menstimulasi ketertarikan masyarakat untuk mencoba kategori baru.
"Kami percaya dengan hal tersebut, masyarakat akan memiliki lebih banyak pilihan, dan kategori motor sport justru akan meningkat. Kategori ini, dengan lebih banyak pemain (produsen) dan pelanggan yang juga terus menaikkan kelas kendaraan mereka, akan terus berkembang dan tidak akan meredup," pungkas Vishal.
Dalam data terbaru yang ditampilkan Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) tidak memaparkan segmentasi pasar motor bebek, matic, dan sport. Adapun data terakhir yang ditampilkan pada bulan pertama tahun 2025, porsi motor matic masih tinggi di atas 90 persen, motor underbone atau bebek terjual hanya sekitar 3,37%, kemudian motor sport hanya memiliki pangsa pasar 2,89%.






















































